Selasa, 04 November 2025

Boyong


 Zah, ane pengen boyong.

Kenapa? Pengen cari yang jauh

Jauh sangking wongtuo?

Njih

..Itulah potongan percakapan kami kala itu. kala ia masih imut. masih SMP. Sungguh ia sangat baik. Sosok langka. Banyak yang menyaksikan ia orang baik. Memiliki tirakat puasa senin-kamis, puasa daud, serta zikir-zikir lainnya. ia santri teladan yang tak pernah haus akan validasi. Selalu kata "nggeh" yang ia jawab kala dipanggil atau dimintai tolong ustadz-ustadzahnya. Ratusan mungkin bahkan ribuan makhluk Allah tenggelam dalam luka dan duka atas boyongmu kali ini. Kamu tak hanya boyong dari pondok namun juga dari dunia. Padahal rencana kamu boyong untuk menyelesaikan skripsimu. Namun rencana Allah lebih indah. Kemarin 4 November 2025, sebelum kejadian kamu masih menyambung silaturahim via wa dengan saudara-saudaramu senasib seperjuangan. Meskipun kamu KKN namun kamu tetap mengurusi santri-santrimu. Kamu selalu sebut nama mereka lewat doa. Siapa yang menyangka Kamu akan pergi secepat ini? Gurumu yang kini berada di luar negeri pun berlinangkan air mata saat mengetahui kabar pemanggilanmu oleh Allah. Kamu ahli ilmu, Ahli maulid, Berakhlak, murid favorit, belum ada yang sepertimu sejak kita bertemu. Semoga Allah menempatkanmu di surga. Keluarga besarmu diberi ketabahan dan pergimu menyisakan kenangan. ingat bib, kamu tidak sendirian. Pondok ini ialah rumahmu. santri-santri imut itu ialah santrimu. yang muda adikmu dan yang lebih tua kakakmu. Aku mendengar ada yang seperti kehilangan separuh jiwanya saat semalam kau dan mobil ambulan yang membawamu keluar gerbang pesantren. Aku mendengar suara menahan tangis Abuya saat pertama kali memimpin pembacaan tahlil untukmu. Aku juga bisa merasakan bumi langit menangis. Terakhir bib, semua menngingat senyum manismu. Sampai memimpikanmu semalam. Ya, semalam, saat kamu berada diantara keluarga besrmu. Mereka semua bangga padamu. Ya Allah kenapa tak ada satu isyaratpun darimu untukku. 


Selasa pagi, saat hendak berangkat sekolah, aku bingung akan mengenakan pakaian yang mana. lalu entah mengapa dan terlepas ada kaitannya tidak denganmu, aku yang awalnya ingin baju berwarna menarik dan memakai gamis hitam kerudung hitam. hari ini kamu dimakamkan. Aku disini mengantarkanmu lewat video call orang baik. Aku melihat saat kau diangkat. tak tahan air menangis saat kedua orangtuamu merunduk 3 kali melewati jenazahmu yang baru diangkat. Lalu kamu diantar ratusan orang yang sayang kepadamu. Tapi lagi-lagi Allah lebih sayang kepadamu. Terima Kasih nak. Maafkan Dea.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DEA MASUK BERITA, INSPIRATIF KATANYA

Ini ceritaku. awalnya aku memiliki teman baru bernama fani dari komunitas baru kendal book circle. dari situ, kita saling berkirip pesan via...