Selasa, 07 April 2026

Malaikat penolong

 Pertolongan Allah sungguh nyata. Iya kan? 

Mogok. Rantai lepas. Eh putuss

Ke bengkel dibawakan seorang pemuda. Eh dikasih uang pula 200k.

Ya Allah sudah berjanji akan menjamin makhluknya. Allah yang menghidupkan Allah pula yang mematikan. 

Alkisah seorang wanita bekerja. Bilamana tanggal 1 gajian, tanggal 2 bayar hutang, tanggal 3 sisa gajian menghidupinya. Tanggal 4 hingga akhir bulan dia hanya bertawakal kepada Allah. Tentu saja dengan ikhtiar bekerja. Hari pertama saat dompet kosong, anak keduanya diberi uang oleh sahabatnya 40000 dan saat siang tiba mereka berdua bertemu guru dari wanita tersebut saat masa putih Abu-Abu dan sang guru memberi uang kepada buah hatinya 20000. Hari kedua, anak pertamanya mendapatkan uang 20000 dari rekan kerjanya (Laki-laki) dan 9000 dari salah satu anak buahnya. Hari ketiga, anak pertamanya, diberi uang oleh rekan kerjanya (wanita) 10.000 dan dari sang nenek 20.000. Hari kelima, putrinya diberi uang oleh ustadz TPQ 40000 dan guru MI dari wanita tersebut 20000. Hari ke-enam, putrinya mendapatkan uang 15000 dari relasi di tempat kerjanya. Hari ketujuh, putrinya mendapatkan uang lagi dari atasan tempat wanita itu bekerja. Hari kedelapan, Tiba-tiba ada yang mentransfer ke brimo wanita tersebut dengan dalih untuk uang jajan kedua buah hati tercinta. Hari kesembilan, anak pertama diberi uang 20000 dari ibu mertua sahabat wanita tersebut dan 20000 dari sahabatnya yang lain. Hari kesepuluh, wanita tersebut mendapatkan transferan dari adik tercinta. Katanya mengembalikan uang yang dulu dipinjamnya saat sulit. Lumayan angkanya, 1000000. Hari kesebelas. Putranya mendapatkan uang dari adik ipar wanita tersebut. Jumlahnya cukup untuk membeli bensin dan juga uang jajan buah hatinya. Hari kedua belas, saat wanita itu bersilaturahmi ke teman lamanya, sang teman nitip uang untuk jajan kedua buah hatinya. Hari ketiga belas, saat perjalanan pulang ke rumah. Anak pertamanya rewel minta dibelikan minum. Akhirnya mampirlah ke warung bakso n Miyagi milik salah satu keluarga dari anak les si wanita, yah pasti kalian sudah bisa menebaknya. Es sirup diberi gratis, malah dapat sangu tambahan 30000. Hari keempat belas. Si wanita dan anak pertama mampir ke sebuah warung, ternyata penjualnya kenal dengannya. Walhasil, anaknya diberi gratis es krim dan yakult. Saat hendak pulang, diberi uang saku 40000. Hari kelima belas. Mereka berdua mampir ke warung yang lain. Lagi lagi keberuntungan ada di pihak wanita tersebut. Jajan yang hendak dibeli anaknya digratiskan oleh sang pemilik warung, malah diberi uang 20000. Hari ke-enam belas, salah satu teman tidur wanita saat dulu di pondok mentransfer untuk putra-putrinya 110.000. Hari ketujuh belas, suami wanita tersebut gajian. Ia diberi uang 150.000. Hari kedelapan belas, sang suami memiliki uang dan sudah men check out kan paket pampers untuk anaknya 3 bal. Hari kesembilan belas, teman di dunia maya wanita ini mentransfer via bank lain. BSI. Jumlahnya 50000. Hari kedua puluh, murid lesnya dulu yang sekarang merantau di jakarta mentransfer wanita itu 100.000 untuk jajan kedua buah hatinya katanya. Hari kedua puluh satu, si wanita ditraktir makan oleh rekan kerja yang usianya terpaut jauh lebih muda darinya. Sehingga dia tidak perlu mengocek kantong untuk makan siang. Hari kedua puluh dua. Saat anaknya minta dibelikan minuman di sebuah warung+fotokopi, ternyata penjualnya masih bersaudara dengan kakak tiri wanita ini. Minuman yang sudah diambil putrinya itu disuruh tidak membayar ditandai dengan penolakan halus saat si wanita menyodorkan uang kepada penjual. Hari kedua puluh tiga. Suaminya gajian lagi dan memberinya uang 250.000. Sedikit banyak selalu ia syukuri. Hari kedua puluh empat. Kebetulan hari jumat. Wanita itu memiliki jadwal ngelesi mapel bahasa Inggris. Pulang dari ngelesi, dia membawa pulang amplop berisi 70.000.Hari kedua puluh lima, bantuan pemerintah cair. Memang nominalnya tak bisa mencukupi kehidupan dalam kurun waktu yang lama tapi setidaknya dapat membantu roda perekonomian keluarganya agar terus berputar, tidak macet. Hari kedua puluh enam, tetiba motor yang dikendarai sang wanita menuju lokasi kerja mogok. Ternyata rantai lepas. Setelah berhasil diperbaiki oleh orang baik yang lewat, ternyata rantai putus. Sejujurnya di dompetnya hanya ada banyak kartu yang berbaris rapi. Tidak ada dana untuk hal yang tidak ia duga bakal terjadi pagi ini. Penolongnya mengatakan, "bu ganti rantai itu adis. Ibu bawa uang? " Wanita pun menggeleng. Seperti sebuah hipnotis yang bekerja, tiba2 sudah ada dua lembar uang seratus ribuan di tangan wanita tersebut. Sang malaikat penolong berlalu tanpa mau ditanya nama dan alamat rumahnya. Hari kedua puluh tujuh, tetiba di depan matanya, ia diberi bertas-tas barang-barang keseharian seperti sabun, shampo, pasta gigi, parfum, bahkan perlengkapan bayi dan sabun cuci baju pun lengkap. Kata seseorang yang mewakili para donatur (anggap saja seperti itu) mengatakan barang-barang tersebut wujud sayang dan perhatian mereka kepada sang wanita. Sungguh cerita yang mengharukan. Dan cerita sang wanita ini adalah bukti janji Allah bahwa jika kamu mau berdoa Allah pasti kabulkan. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Malaikat penolong

 Pertolongan Allah sungguh nyata. Iya kan?  Mogok. Rantai lepas. Eh putuss Ke bengkel dibawakan seorang pemuda. Eh dikasih uang pula 200k. Y...