Senin, 14 April 2025

Asa satu si bungsu




 Langsung saja ya. Cowok berbatik ungu itu adalah adikku. Dari dia muncullah inspirasi untuk menulis novel. Setelah mempertimbangkan banyak hal terpilihah judul asa satu si bungsu. Menceritakan keinginan sederhana dari Gifri (tokoh di calon novel) untuk foto bersama keluarga utuh saat lebaran. Kakak pertama merantau dengan suami di kalimantan utara. Kakak kedua sudah menikah dan ikut suami. Kakak ketiga sudah menikah namun gagal di tengah bahtera rumah tangga. Novel pun kugarap. Awalnya aku menulis di buku batik besar warna merah. Sudah kutulis kerangkanya,judul per babnya. Lalu aku memulai menulis calon novel tersebut. Judul per judul aku tulis sbb:

1. Awal mula. 2. Flashback. 3. Kabur. 4. Aib. 5. Masa yang kurindukan. 6. Family PP. 7. De Javu. 8.Tundak-tundakan. 9. Hari ibu. 10. Warisan. 11. Bungsu bertemu cinta 12. Konflik bungsu menuju hari haru. 13. Pisah. 14. Menuju ultah 31&29 tahun. 15. Bahagia terus bersyukur. 16. Indahnya hidup bersama. 17. Apalagi yang dicari. 18. Siap bertemu illahi. 

Judul yang awalnya aku siapkan 10 saja ternyata berkembang menjadi 18. Dengan target halaman min 100,aku pun mulai menulis. Selanjutnya aku menulis di sela-sela kegiatanku. Aku menulis di ponselku. Yupz di catatan/note. Namun pada akhir Desember tiba-tib ponselku itu mati. Rusak. Tak tertolong. Otomatis tulisanku hilang bersamanya. Sedih rasanya. Padahal sudah mencapai 80 halaman note dan sudah dibaca beberapa muridku. Murid yang membaca nampak berkaca-kaca matanya kala itu. Entah karena terharu ataukah terkena debu. Ada yang memuji, ada yang mengkritisi, ada pula yang memotivasi.Aku berpikir positif. Mungkin Allah mau aku menulis tentang yang lain,orang lain. Orang yang akan lebih menginspirasi sesamanya daripada aku. Kini aku masih terus berpikir dan mencari ide pengganti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

selasa membara 7 april 2026

 allahumma yaa kaafiyal balaa', ikfinal balaa' qobla nuzuulihi minassamaa'. ya allah y Allah ya Allah . dapat buku dan kaos give...