Jumat, 11 April 2025

MOMOI


 Namanya maematul khasanah. dia biasa dipanggil memei sama teman-temannya. Seiring berjalannya waktu, aku mengubah nama panggilan memei menjadi momoi. yupz, khusus untuk diriku. istilah kerennya pangglan sayang. oke, balik ke cerita tentang gambar ini. piagam penghargaan ini tidak bisa didapatkan dengan instan ya kawan-kawan. selalu dan seringkali saya ceritakan sejarah/historis mengenai prestasi momoi kepada adik-adik kelasnya. lika-likunya banyak sekali. mulai dari sifat pesimis, rasa iri segelintir teman, dan juga ada teman yang mengatakan kepadaku bahwa aku pilih kasih padanya. aku sayang berat sebelah antara momoi dan kawan-kawannya. tapi ya sudahlah, namanya juga remaja. mereka masih labil. mereka belum mengerti bahwa aku sedang berjuang menumbuhkan rasa percaya diri sang pembawa prestasi. harapan almamater tercinta kami semua. Langsung pada kisah singkat, padat, dan jelas aja ya. yang sedih-sedih gak usah diceritain. nanti, dikiranya saya cari rasa iba, empati, dan lain-lain. suatu hari, momoi dan kakak kelasnya sedang mengikuti pemantapan peserta MTQ provinsi di tirto arum kendal. besok pagi mereka semua akan berangkat ke luar kota untuk bertempur. hehe. lomba maksudnya. saya tidak ingat dimana lokasi lombanya jikalau saya tidak diingatkan oleh foto ini. oke lanjut ceritanya ya. momoi akan mewakili kabupaten kendal untuk pelajar putri cabang tartil. para peserta diberi wejangan oleh pembina dan pendamping yang sudah ditunjuk oleh pemerintah kabupaten Kendal. sekitar waktu sholat isya, momoi mengirim chat wa melalui hp salah satu peserta lainnya. "Dzah, akte kelahirannya harus bawa yang asli. Kalau juara nanti ditunjukkan kepada panitia. jika cocok kejuarannya sah, dan jika tidak maka gugur." saya tersontak kaget kala itu. setelah sedikit berpikir saya akhirnya memutuskan untuk menenangkan hatinya terlebih dahulu. "okey, tenang ya. besok berangkat jam berapa?". " jam 7/8 pagi dzah". "oh, siap." langkah yang ku ambil berikutnya adalah menelepon orangtuanya di rumah. sambil wa nan mnta alamat lengkap. setelah persiapan yang sangat singkat, aku pun meluncur menaiki motor hadiah mertuaku menuju Tegal. Bojonggede kalau tidak salah rumahnya. 4 jam perjalanan, tepat di tengah malam saya sampai di rumahnya. setelah sholat isya', barulah saya meminta akte. disuruh makan dulu, disuruh istirahat dulu, disuruh ini dan itu oleh keluarga Tegal. Saya tolak halus. saya minum dan makan seckupnya lalu meminta akte kelahiran momoi. Saat saya pulang saya diberi uang saku. awalnya saya menolak. namun beliau memkasa sehingga akhirnya saya terima. kata beliau, ini untuk ganti bensin saya pergi pulang kendal-tegal. Waktu subuh tiba saat saya sampai di gedung pertemuan/Hotel Trto Arum tempat mereka ditempa. Momoi terlihat sangat senang. aku pun bahagia bisa JJM (Jalan-jalan malam). sekian dan terima kasih. semoga menginspirasi ya.

2 komentar:

  1. Ustadzah,, memei nangis bacanya, memei sll nangis klo setiap ingat cerita itu, perjuangan kala itu sangat pahit, sesuatu yg paling berharga dlm hidup memei.. 😭😭😭 syukron katsir ya ustadzah,, jasa ustadzah ga bkl memei lupain. Ustadzah is the bestt👍👍🥰🥰❤❤

    BalasHapus
  2. ah memei.. air mata tertahan karena aku sedang induksi persiapan ujian. sama-sama. kebaikan memei dan sekeluarga besar juga tak akan ane lupakan insya Allah. doa baik untuk kalian keluarga Tegal

    BalasHapus

selasa membara 7 april 2026

 allahumma yaa kaafiyal balaa', ikfinal balaa' qobla nuzuulihi minassamaa'. ya allah y Allah ya Allah . dapat buku dan kaos give...