Rabu, 23 April 2025

Proses Manajemen Visi, Misi dan Tujuan Lembaga Pendidikan-makalah

 


Proses Manajemen Visi, Misi dan Tujuan Lembaga Pendidikan

 

 

Makalah

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Manajemen strategis dan Pengembangan Mutu

Pengampu: Prof.Dr.Fatah Syukur, M.Ag

Description: Berkas:Logo uin walisongo.png

 

 

Disusun oleh:

DEWI AZZAHROH

PASCASARJANA

PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM

2018

BAB I

PENDAHULUAN

A.  LATAR BELAKANG

Pendidkan sudah menjadi kebutuhan pokok bagi sebagian besar masyarakat . Masyarakat sudah menyadari akan pentingnya pendidikan. Berdasarkan hasil penelitian pengendalian mutu pendidikan, bahwa pendidikan memegang peranan kunci dalam pengembangan sumber daya manusia dan insan yang berkualitas.[1]

Dewasa ini lembaga pendidikan islam berkembang sebagai lembaga yang semakin kompleks sehingga ia membutuhkan organisasi yang tertata dengan baik dan benar. Kompleksitas lembaga pendidikan islam terutama terlihat dari kebutuhan akan pengelolaan pelaksanaan pendidikan dengan pendekat manajemen. Itulah kebutuhan untuk menggunakan pendekatan ilmu manajemen di lembaga pendidikan khususnya lembaga pendidikan Islam menjadi mutlak.

Kecenderungan umum, saat ini lembaga pendidikan hanya mengandalkan anggaran tahunan sebagai alat perencanaan masa depan organisasi, sehingga menjadi tidak sejalan antara misi, visi, tujuan, rencana jangka panjang, rencana jangka pendek, serta implementasinya. Selain itu, sistem perencanaan pada umumnya hanya mengikutsertakan sebagian kecil staf lembaga pendidikan untuk membangun masa depan lembaga pendidikan tersebut. Upaya peningkatan mutu pendidikan merupakan titik strategi dalam upaya untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas.[2]

Untuk itu, maka perencanaan strategis merupakan solusi yang dapat diandalkan segai penentu masa depan sebuah lembaga. Perencanaan strategis telah lama digunakan sebagai alat untuk mentransformasi dan merevitalisasi lembaga bisnis, publik, dan non profit. Tujuan utamanya adalah untuk merespon kemungkinan terjadinya perubahan-perubahan lingkungan di masa depan.  Perubahna tersebut sebagai akibat terjadinya ketidak tentuan keadaan politik, ekonomi, tuntutan masyarakat dan perubahan teknologi yang terjadi secara cepat.

Hampir seluruh organisasi mempunyai impian (dream) dan gambaran tentang masa depan dirinya, lebih-lebih bagi organisasi ynag berfokus pada profit oriented mereka selalu mempunyai target tertentu untuk tahun berikutnya atau lima tahun, bahkan sepuluh tahun bahkan ada lagi dua puluh lima tahun yang akan datang atau mungkin sepanjang masa.[3] Begitu pula pada lembaga pendidikan, harus memiliki impian atau tujuan sehingga memiliki arah yang ingin dicapai, tidak sekedar jalan saja.

Untuk mewujudkan impian tersebut, suatu lembaga pendidikan harus dapat memaparkannya secara tertulis sebagi pedoman dalam mewujudkannya, yang lebih dikenal dengan perancangan sistem manajemen kinerja. Adapun bentuk-bentuk dari pedoman tersebut diantaranya visi, misi, dan tujuan lembaga pendidikan.

B.  RUMUSAN MASALAH

Dari latar belakang diatas, makan rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini, antara lain:

  1. Bagaimanakah proses manajemen proses stratrgik itu?
  2. Apa yang dimaksud dengan visi dalam lembaga pendidikan?
  3. Apa yang dimaksud dengan misi dalam lembaga pendidikan?
  4. Apa yang dimaksud dengan tujuan lembaga pendidikan ?
  5. Mengapa visi, misi, dan tujuan menjadi penting bagi lembaga pendidikan?

 

 


BAB II

PEMBAHASAN

 

            Dalam setiap lembaga pendidikan selalu dibutuhkan perencanaan yang tepat agar apa yang dikehendaki dapat tercapai. Maka sangat dibutuhkan perencanaan strategik. Beryson mengemukakan bahwa perencanaan strategi adalah sebagai upaya yang disiplinkan untukmembuat keputusan dan tindakan penting yang membentuk dan mengarahkan bagaimana suatu organisasi atau entitas lainnya, apa yang akan dikerjakan organisasi atau entitas lainnya dan mengapa organisasi (entitas lainnya) mengerjakan seperti itu.[4]

            Untuk mewujudkan segala tujuannya, lembaga pendidikan harus memiliki manejemen strategic, visi, misi, dan tujuan untuk dapat meningkatkan mutu pendidikan di lembaga pendidikan tersebut.

Ø  PROSES MANAJEMEN STRATEGI

Model proses manajemen strategi meliputi tiga tahap:

1.    Tahap formulasi strategi, yaitu pembuatan pernyataan visi, misi, dan tujuan.

2.    Tahap implementasi strategi, yaitu proses penerjemahan strategi kedalam tindakan-tindakan.

3.    Tahap evaluasi strategi, yaitu proses evaluasi apakah implementasi strategi dapat mencapai tujuan.

Langkah 1: mengidentifikasi misi, tujuan, dan strategi organisasi saat ini. Setiap organisasi membutuhkan misi yaitu sebuah pernyataan tentang tujuan organisasi. Mendefinisikan sebuah misi akan memaksa manajer untuk mengidentifikasi apa yang harus dilakukan organisasi dalam menjalankan bisnis. Selain misi juga penting bagi manajer untuk mengidentifikasi tujuan dan strategi saat ini. Mengapa? Karena manajer akan mempunyai dasar untuk menilai apakah mereka perlu berubah atau tidak. 

Langakah 2: melakukan analisis eksternal, menurut Pearce dan Robinson (2008) lingkungan eksternal faktor-faktor diluar kendali perusahaan yang dapat mempengaruhi pilihan, arah dan tindakan, struktur organisasi, dan proses internal perusahaan. Kekuatan eksternal dapat menjadi perubahan dalam permintaan konsumen akan produk dan jasa industrial dan konsumen. Kekuatan eksternal mempunyai jenis produk yang dikembangkan, hakikat promosi dan strategi sikmentasi pasar, jenis jasa yang ditawarkan dan pilihan bisnis yang akan dibeli atau dijual. Aspek utama dalam menajemen strategic adalah suatu perusahaan merumuskan berbagai strategi untuk mengambil keputusan dari peluang eksternal dan meminimalkan dampak dari ancaman eksternal.

Langkah 3: melakukan analisis internal, kekuatan 10 perusahaan yang tidak dapat dengan mudah ditandingi atau ditiru oleh para pesaing dinamakan konperensi khusus. Rober Grand dalam buku David (2009) menyimpulkan bahwa audit internal lebih penting. Orientasi yang terfokus secara internal tidak akan memberi sebuah landasan yang aman bagi perumusan jangka panjang.

Ketika lingkungan eksternal berubah, sumber daya dan kapabelitas perusahaan sendiri kiranya merupakan landasan yang aman bagi perumusan jangka panjang. Manajer harus mampu mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan organisasi. Analisis eksternal dan internal gabungan disebut analisis swot, yaitu analisi atas kekuatan, kelemehan, peluang, dan ancaman organisasi. Setelah menganalisis swot manajer telah siap memformulasikan strategi yang tepat yaitu mengenali kekuatan organisasi dan peluang eksternal, melindungi organisasi dari ancaman eksternal dan memperbaiki kelemahan kritis.

Langkah 4: memformulasikan strategi. Pada saat memformulasikan strategi, manajer harus mempertimbangkan ralitas lingkungan eksternal dan sumber daya yang tersedia serta kapabelitas dan mendesain strategi yang akan membantu organisasi mencapai tujuannya. Ada tiga jenis utama strategi yang diformulasikan manajer yaitu korporasi, bisnis, dan fungsional.

Ø   Strategi korporasi

Strategi korporasi adalah yang menspesifikasi apa yang akan dimasuki atau apa yang dimasuki dan apa yang ingin dilakukan oleh perusahaan dengan bisnis tersebut. Ini didasarkan pada misi dan tujuan organisasi serta peranan yang akan dimainkan setiap unit bisnis organisasi.

Ø   Strategi bisnis atau kompetitif

Strategi kepemimpinan biaya, dimana strategi menekankan pada fokus biaya

 

Ø   Strategi fungsional

Strategi ynag digunakan oleh berbagai departemen fungsional organisasi untuk mendukung strategi kompetitif.

Langkah 5: mengimplementasikan strategi. Setelah diformulakan, strategi harus di implementasikan. Tidak peduli seberapa efektif sebuah organisasi telah merencanakan strateginya, kinerja tetap saja akan buruk jika strategi tidak diimplementasikan dengan benar.

Rounded Rectangle: 2. MENGANALISIS EKSTERNALRounded Rectangle: 1.	MENENTUKAN VISI, MISI, TUJUAN, DANLangkah 6 : mengevaluasi hasil.jadi proses terakhir yaitu mengevaluasi hasil dari sekian proses yang telah dilewati karena evaluasi merupakan alat penting untuk perencanaan kedepannya.

Rounded Rectangle: 6. MENGEVALUASI
 

 

 

 

 

 

 

 

 


                                             

B.       VISI DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN

Langkah penting dalam proses perencanaan strategis adalah mengembnagkan deskripsi yang jelas dan ringkas tentang lembaga pendidikan harus seperti apa ketika berhasil mengimplementasikan strateginya dan mencapai seluruh potensinya. Deskripsi ini harus menjadi visi keberhasilan organisasi. Visi keberhasilan ini lebih penting sebagai panduan untuk mengimplementasikan strategi dan bahkan memformulasikannya.

Istilah visi dan misi sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat. Namun juga masih tidak sedikit yang belum bisa membedakan antara visi dengan misi. Padahal sesungguhnya visi dengan misi ini berbeda, meskipun tujuannya sama, yaitu untuk mewujudkan tujuan lembaga pendidikan.

Visi merupakan rangkaian kalimat yang menyatakan cita-cita atau impian suatu organisasi atau perusahaan yang ingin dicapai di masa depan. Visi mencanangkan masa depan perusahaan untuk tiga sampai sepuluh tahun ke depan, yang merupakan hal yang sangat krusial bagi perusahaan untuk menjamin kelestarian dan kesuksesan jangka panjang.[5]

Syarifudin Hasan dalam bukunya mengatakan bahwa visi merupakan cita-cita masa depan yang ada dalam bentuk pendiri yang kira-kira mewakili seluruh anggota perusahaan.[6] Dirgantoro mendifinisikan visi sebagai suatu pandangan yang jauh tentang perusahaan, tujuan perusahaan, dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut.[7]

Visi adalah kondisi masa depan yang masih abstrak, tetap merupakan konsepsi yang dapat dibaca oleh setiap orang.[8] Ini berarti visi merupakan suatu pikiran yang melampui realitas sekarang, sesuatu atau keadaan yang diciptakan yang belum ada sebelumnya dan akan diwujudkan oleh seluruh anggota organisasi. Visi memberikan gambaran kondisi yang akan dicapai oleh oragnisasi di masa yang akan yang datang, selanjutnya Bryson mengemukakan bahwa sesungguhnya visi memberikan kerangka dasar tentang gambaran organisasi di masa yang akan datang.[9]

            Visi menggambarkan akan menjadi apa suatu lembaga penedidikan di masa depan. Penetapan visi harus melihat kemampuan dan keadaan internal lembaga pendidikan. Semua organisasi, termasuk organisasi sekolah mempunyai visi. Visi adalah agenda tujuan sebagai prestasi yang harus dicapai dalam aktifitas sekolah. Sejalan dengan itu proses perumsan visi dimulai dengan ide-ide kreatif dan dengen menciptakan ide-ide baru dengan menggali tuntutan lingkungannya. Apabila visi telah dirumuskan dengan baik dan sempurna, selanjutnya dirumuskan statemen misi dan statemen misi dijadikan acuan menyusun rencana dan program sekolah.

            Bertitik tolak pada pandampangan tersebut, visi sekolah haruslah konsisten dengan nilai dan daya-daya perilaku sekolah yang menjadi ciri has sekolah, stabil, berubah kearah yang lebih baik, dan selalu menjadi subjek evaluasi atas dasar kecerdasan penghayatan nilai-nilai moral, akademis, ilmiah, dan sistematis dalam memecahkan berbagai problematika sekolah. Dengan kata lain visi merupakan endapan dari suatu sistem nilai dan kaidah yang diberlakukan.[10]

            Dalam sebuah lembaga organisasi, visi merupakan sarana untuk:

1.        Mengomunikasikan alasan keberadaan organisasi dalam arti tujuan dan tugas pokok.

2.        Memperhatikan hubungan antara organisasi dengan stekholders (sumber daya manusia, konsumen, dan pihak lain yang terkait)

3.        Menyatakan sasaran utama kinerja organisasi dalam arti pertumbuhan dan perkembangan.

Untuk mampu menjadi gambaran yang ingin diwujudkan suatu organisasi, pernyataan visi perlu diekspresikan dengan baik agar mampu menjadi tema yang mempersatukam semua unit organisasi, menjadi media komunikasi dan motivasi semua pihak, serta sebagai sumber kreativitas dan inovasi organisasi. Oleh sebab itu, menurut Weick dalam David, dalam perumusan dasar-dasar visi keberhasilan sebaiknya:[11]

1.        Mengingat bahwa dalam banyak kasus, visi keberhasilan tidak diperlukan untuk memperbaiki keefektifan organisasi.akan tetapi mengembangkan dan mengimplementasikan strategi untuk menghadapi isu strategis dapat merupakan hal yang dapat menghasilkan perbaikan kinerja sebagian organisasi.

2.        Sebelum visi keberhasilan muncul, organisasi perlu merumuskan beberapa lingkaran dan langkah-langkah perencanaan strategi sebelumnya.

3.        Visi keberhasilan harus meliputi item-item hasil yang diinginkan.  Organisasi  harus berpikir mengenai versi dan visi sukses yang dipublikasikan dalam rencana strategis menjadi suatu hal yang nyata.

4.        Visi keberhasilan harus sebanyak mungkin timbul dari keputusan dan tindakan yang lalu. Keputusan dan tindakan masa lampau seringkali menjadi catatan konsensus tentang bagaimana organisasi itu dan harus mengerjakan apa. Mendasarkan suatu visi pada konsensus yang telah ada sebelumnya menghindarkan konflik yang tidak perlu. Realisasi masa depan baru akan lebih mudah jika masa depan itu adalah kelanjutan dari masa lampau dan masa sekarang.

5.        Suatu visi keberhasilan harus menjadi sesuatu yang inspirasional.apa yang mengilhami orang adalah deskripsi yang jelas mengenai masa depan yang diinginkan dengan didukung oleh keyakinan yang nyata. Visi yang inspirasional memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

a.    Memfokuskan kepada masa depan yang lebih baik

b.    Mendorong harapan dan impian

c.    Dibangun berdasarkan penafsiran kembali sejarah dan budaya untuk menarik cita-cita dan nilai-nilai umum organisasi

d.   Menjelaskan arah dan tujuan organisasi

e.    Menyatakan hal-hal yang positif

f.     Menekankan keunikan dan kekhasan kompetensi organisasi

g.    Menekankan keunikan dan kekhasan kompetensi organisasi

h.    Menggunakan gambar, imaji, dan metafora kata

i.      Mengomunikasikan antusiasme dan kegembiraan yang menyala-nyala serta memupuk komitmen dad dedikasi.

6.        Visi keberhasilan yang efektif adalah yang mewujudkan tingkat keteganagan yang tepat untuk mendorong  perubahan organisasi yang efektif.

7.        Satu cara yang berguna untuk mulai mengkonstruksikan visi keberhasilan adalah mempunyai anggota tim perencanaan strategis sebagai individu yang mempersiapkan rancangan visi, kemudian saling mengungkapkan dan mendiskusikan respon mereka

8.        Suatu proses normatif harus digunakna untuk mengulas visi keberhasilan. Biasanya rancangan diulas oleh anggota tim perencanaan para pembuat keputusan, anggota dewan yang berkuasa, dan para stekholder luar yang terpilih.

9.        Pertanyaan visi dikalangan para pembuat keputusan kunci sangat diperlukan, tetapi tidak diperlukan secara mutlak.

10.    Karena visi keberhasilan membantu memandu keputusan dan tindakan organisasi, maka visi keberhasilan harus disebarkan dan dibahas secara luas.

Gambaran tersebut tentunya harus didasarkan pada landasar yuridis, yaitu undang-undang pendidikan nasional dan sejumlah peraturan pemerintahannya, khususnya jumlah pendidikan nasional sesuai jenjang dan jenis sekolahnya dan juga sesuai dengan profil sekolah yang bersangkutan.dengan kata lain, visi sekolah harus tetap dalam koridor kebijakan pendidikan nasional, tetapi sesuai dengan kebutuhan anak dan masyarakat yang dilayani. Tujuan pendidikan nasional sama profil sekolah khususnya potensi dan kebutuhan masyarakat yang dilayani sekolah tidak selalu sama. Oleh karena itu dimungkinkan sekolah memeliki visi yang tidak sama dengan sekolah lain, asalkan tidak keluar dari koridor nasional yaitu tujuan pendidikan nasional yang berbunyi “pendidikan nasioanl berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan memjadi warga negara yang demokratif serta bertanggungjawab.[12]

Visi yang baik memiliki kriteria sebagai berikut:[13]

1.    Menyatakan cita-cita atau keinginan perusahaan di masa depan

2.    Singkat, jelas, fokus, dan merupakan standar of excellence,

3.    Realistis dan sesuai dengan komponen organisasi

4.    Atraktif dan mampu menginspirasikan komitmen serta antusiasme

5.    Mudah diingat dan dimengerti seluruh karyawan serta mengesankan bagi pihak yang berkepentingan

6.    Dapat ditelusuri tingkat pencapaiannya.

Sebagai contoh, sebuah sekolah yang terletak di perkotaan, sekolah itu berada di lingkungan pesantren dan sebuah yayasan islami. Mayoritas siswanya berasal dari keluarga mampu dan hampir seluruh lulusannya ingin melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi, merumuskan visinya sebagai berikut:

BERAKHLAK, BERILMU, BERINTEGRITAS

Visi  yang pada umumnya dirumuskan dalam kalimat yang  filosofis seperti contoh tersebut, sering kali memiliki angka tafsir. Tipa orang menafsirkan secara berbeda-beda, sehingga dapat menimbulkan perselisihan dalam implempentasinya. Bahkan jika terjadi pergantian kepala sekolah yang baru tidak jarang memberi tafsir yang berbeda dengan kepala sekolah sebelumnya. Oleh karena itu, sebaiknya diberikan indikator sebagai penjelasan apa yang dimaksud oleh visi tersebut. Sebagai contoh, visi yang dituliskan UNGGULAN DALAM PRESTASI BERDASARKAN IMAN DAN TAQWA. Diberi indikator sebagai berikut:

1.    Unggulan dalam perolehan KKM

2.    Unggulan dalam persaingan melanjutkan pendidikan diatasnya

3.    Unggulan dalam karya ilmiah

4.    Unggulan dalam kreativitasnya

5.    Unggulan dalam kesenian

6.    Unggulan dalam olahraga

7.    Unggulan dalam disiplin

8.    Unggulan dalam aktivitas keagamaan,dan

9.    Keunggulan dalam kepedulian sosial

C.  MISI DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN

Visi selalu dan pasti digandengkan bersama dengan misi. Bahkan ada yang menganggap bahwa visi dan misi adalah “ kakak berdik”. Dalam pandangan ini tidak selamanya salah, dan memang visi dan misi memiliki hubungan dekat.

Hendrawan Supratikno mengartikan misi adalah merupakan rangkaian utama yang harus dilakukan organisasi untuk mencapai visinya. Sebagaimana yang dikutipnya dari Peter Drucker, untuk merumuskan misi, organisasi harus mengajukan pertanyaan: “ in what businesses  are we in or should be in”(dalam bisnis apa kita berada, atau seharusnya ada). Jika bisnis adalah hasil interaksi antara tiga faktor yaitu pasar, produk, dan teknologi, maka pertanyaan tentang misi pertama-tama berkaitan dengan ranah (domain )kegiatan yang akan dilakukan organisasi[14] 

Muniarti mengatakan bahwa misi merupakan sebuah diskripsi alasan bagi eksistensi sesuatu organisasi, yang mencerminkan tujuan fundamentalnya. Ia merupakan prinsip yang mengarahkan, yang merangsang proses perumusan tujuan strategi[15]

Syarifuddin mendefinisikan misi sebagai penjabaran secara tertulis mengenai visi agar misi menjadi mudah dimengerti atau jelas bagi seluruh staf perusahaan aats [16] Moeheriono mendefinikan misi adalah kegiatan yang harus dilaksanakan atau fungsi yang harus diemban oleh suatu organisasi untuk merealisasikan visi yang telah ditetapkan.[17]

Dari berbagai pengertian yang telah disampaikan beberapa pakar diatas, penulis dapat menarik kesimpulan bahwa misi adalah suat langkah yang ditempuh oleh suatu lembaga pendidikan dalam rangka mewujudkan visi yang telah dirumuskan dan misi ini dalam bentuk tertulis. Sehingga kemunculan visi lebih dahulu, baru disusul misi.

Dari pengertian tersebut, tampaknya ada lima unsur penting yang tidak dapat dilupakan dalam merumuskan misi suatu organisasi, yaitu: [18]

1.        Produk apa atau pelayanan apa yang akan ditawarkan. Apakah itu pendidikan anak-anak, pendidikan tinggi, dan lain-lain.

2.        Apakah produk atau pelayanan yang ditawarkan itu dapat memenuhi kebutuhan tertentu yang memang diperlukan dan bahkan dicari karena belum tersedia selama ini

3.        Misi harus secara tegas menyatakan publik mana yang akan dilayani.

4.        Bagaimana kualitas barang atau pelayanan yang hendak ditawarkan.

5.        Aspirasi apa yang diinginkan di masa yang akan datang.

Unsur- unsur misi tersebut selaknya dinyatakan sebagai keyakinan untuk sungguh sungguh dilaksanakan oleh organisasi, tidak hanya semboyan tanpa makna. Oleh karena banyak hal yang perlu diketahui oleh masyarakat yang dilayani, rumusan misi tidak dapat terdiri dari satu kaliamt atau pernyataan singkat saja.

Beberapa manfaat dari keberadaan misi yaitu:[19]

1.        Terjadinya kesatuan dan kebulatan tujuan perusahaan yang jelas dan terarah sesuai visi,

2.        Tersedianya dasar alokasi sumber daya dan dana korporasi yang dibutuhkan

3.        Tersedianya dasar pengembangan iklim organisasi dan motivasi kerja karyawan,

4.        Tersedianya dasar identifikasi diri dan evaluasi bagi seluruh karyawan,

5.        Terfasilitasinya proses penerjemahan tujuan kedalam struktur organisasi,

6.        Sebagi dasar dalam evaluasi kinerja perusahaan.

Rumusan misi yang baik dan mempunyai beberapa kriteria dan ciri-cri sebagai berikut:[20]

1.         Rumusannya sejalan dan searah dengan visi satuan organisasi dan satuan kerja

2.         Rumusannya jelas, terang, dengan bahasa yang lugas, tegas, dan enak dibaca

3.         Rumusannya menggambarkan pekerjaan atau fungsi yang harus dilaksanakan

4.        Isinya dapat dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu atau mempunyai target terealisasi

5.        Memungkinkan untuk perubahan atau penyesuaian dengan perunahan visi (fleksibel)

Contoh pembuatan visi dan misi adalah sebagai berikut, misalnya sebuah sekolah yang memiliki visi” UNGGUL DALAM PRESTASI DAN IMTAQ” merumuskan misinya sebagai berikut:

1.        Melaksanak pembelajaran dan bimbingan secara efektif, sehingga setiap siswa berkembang secara optimal, sesuai dengan potensi yang dimiliki.

2.        Menumbuhkan semangat keunggulan secara intensif  kepada kepada seluruh warga sekolah.

3.        Mendorong dan membantu setiap siswa untuk mengenali potensi dirinya, sehingga dapat dikembangkan secara optimal.

4.        Menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama yang dianut dan juga budaya bangsa sehingga menjadi sumber kearifan dalam bertindak

5.        Menerapkan manajemen partisipatif dengan melibatkan seluruh warga sekolah dan kelompok kepentingan yang terkait dengan sekolah (stakeholders).

Misi merupakan” alat yang tak ternilai” untuk mengarahkan perumusan strategi dan pelaksanaan strategi. Ia merupakan pondasi yang konstan dalam pengambilan keputusan strategik. Misi sebenarnya menjelaskan hal-hal yang sangat fundamental, merupakan falsafah dasar dari organisasi, sebagai pendorong lahirnya inspirasi-inspirasi yang penuh motivasi. Misi juga penting karena suatu perumusan tujuan dan sasaran yang realistik hanya mungkin dilakukan jikalu terlebih dahulu misi organisasi sudah teridentifikasi.

            Merumuskan misi organisasi terkadang dianggap mudah, tetapi kesulitannya lebih banyak ketimbang gampangnya. Para pengambil keputusan trategik sering mampu merumuskan misi itu dengan baik, tetapi segera timbul kesulitan dalam mengkoordinasikan tindakan-tindakan manajerial. Inilah peranan kritis dari berbagai organisasi karena banyak organisasi yang gagal merealisasikan misinya. Misi, karenanya harus mendarat lebih dahulu dalam hati semua orang yang bekerja dalam organisasi itu. Jadi apabila dikatakan bahwa salah satu misi dalam lembaga pendidikan adalah meningkatkan kualitas, maka seharusnya semua orang yang terlibat dalam proses itu memahami sungguh-sungguh apa yang dimaksud dengan meningkatkan kualitas itu dan senantiasa berusaha menuju kesana, sementara manajemen puncak harus pula komit untuk mempertahankan tekad itu.

            Terkait dengan hal tersebut, ada dasarnya misi dibuat untuk jangka waktu tiga sampai lima tahun dan dapat berubah. Perubahan itu bisa dilakukan jikalau terjadi perubahan penting dalam lingkungan, misalnya ada peluang yang harus dikejar, ada ancaman, atau tantangan yang sangat berarti. Bisa juga terjadi perubahan apabila manajemen baru menghendakinya. Misi juga dapat bertahan bertahun-tahun tanpa ada perubahan, yaitu jika kondisi lingkungan dan pihak-pihak terkait masih menghendaki demikian. Jadi misi bukanlah dogma yang tidak bisa berubah.

D.  PENTINGNYA VISI, MISI, DAN TUJUAN LEMBAGA PENDIDIKAN

Visi,  misi, dan tujuan adalah kesatuan yang tidak dapat terpisahkan. Ketiganya penting untuk dimiliki oleh sebuah organisasi baik kecil maupun besar. Lebih-lebih lembaga pendidikan sebagai pelaksana program nasional dalam “ Mencerdaskan Kehidupan Bangsa”. Mengapa penting? Karena visi dan misi merupakan landasan awal dalam merumuskan oerencanaan strategis. Visi memberikan imajinasi atau gambaran masa depan suatu organisasi. Dia berperan sebagai pemberi arahan dan motivasi anggota organisasi. Misi adalah penjabaran dari visi yang memberikan produk atau pelayanan kepada publik. Misi berperan untuk mengenalkan para anggota organisasi terhadap peran dan fungsi mereka. Tujuan merupakan penjabaran dari pernyataan misi, tujuan adalah sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan dalam waktu yang telah ditentukan. Dalam perencanaan strategis, rumusan tujuan akan mengarahkan rumusan sasaran, strategi, program, dan kegiatan dalam merealisasikan misi.

 

BAB III

PENUTUP

A.  Kesimpulan

Dari pembahasan yang telah penulis paparkan diatas, saya dapat menarik benang merah  bahwa, untuk meningkatkan mutu sekolah, hal yang harus dimiliki sebuah sekolah adalah perencanaan strategis. Perencanaan strategis tersebut diwujudkan kedalam visi, misi, dan strategi sekolah.

            Visi merupakan tujuan jangka panjang yang ingin dicapai. Sedangkan misi adaalh langkah atau cara untuk mencapai visi tersebut.sedangkan strategi adalah langkah untuk menjadikan lembaga pendidikan tersebut lebih bermutu, diantaranya adalah dengan merumuskan visi dan misi sekolah

            Tujuan merupakan penjabaran dari pernyataan misi, tujuan adalah sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan dalam waktu yang telah ditentukan. Dalam perencanaan strategis, rumusan tujuan akan mengarahkan perumusan sasaran, strategi, program, dan kegiatan dalam merealisasikan misi.

            Setiap lembaga pendidikan (dalam hal ini sekolah) memiliki rencana strategis yang menghubungkan antara situasi sekolah tahun ini dengan situasi sekolah lima tahun kedepan dengan memperhatikan aspek-aspek pemerataan mutu, efisiensi, relevansi, dan tata kelola. Dengan demikian seluruh tindakan atau program yang direncanakan dapat terstruktur dan terevaluasi dengan baik

B.  SARAN

Penulis menyadari adanya banyak kekurangan dalam menyusun makalah ini. Karena sejatinya manusia tak lepas dari salah dan dosa maka dari itu, kritik dan saran dari para pembaca sangan ditunggu dengan senang hati. Demi meningkatnya kualitas menulis sang penulis. Semoga bermanfaat.amiin.

 

 



DAFTAR PUSTAKA

Crown Dirgantoro, Manajemen Strategik konsep, Kasus dan Implementasi, Jakarta: PT Grasindo, 2001

Dermawan Wibisono, Manajemen Kinerja Konsep, Desain dan Teknik Meningkatkan Daya Saing Perusahaan, Jakarta: Erlangga, 2011

Fread R. David, Strategi Management, New York: Pearson Education, 2009

Hendrawan Supratikno, Edfanced Strategic Management: Back To Bassic Approach, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2003

J. Salusu, Pengambilan Keputusan Strategik, Jakarta: PT Gramedia Widiyasarana Indonesia, 1996.

Jhon. Brayson, Strategic Planning For Public and Nonprofit Organisation, Sanfransisco: Jossey-Bass, 1998

Khori, Ahmad, Manajemen Stratregik dan Mutu Pendidikan Islam, Manageria: jurnal Manajement Pendidikan Islam, Volume I, No.1, Mei 2016, P-ISSN: 2502-9233, E-ISSN:2503-4383

Moeheriono, Indikator Kinerja Utama (IKU), Perencanaan, Aplikasi dan Pengembangan, Jakarta: Rajawali Pers, 2012

Murniati, Manajemen Stratejik” Peran Kepala Sekolah dalam Pemberdayaan”, Bandung: Citapustaka Media Perintis. 2008

Sejarifuddin Hasan, Manajemen Strategik, Jakarta: Globak Future Institut, 2013

Syaiful Sagala, Manajemen Strategik dalam Peningkatan Mutu Pendidikan, Bandung: Alfabeta, 2007, 134-135.

Syaodih Sukma Dinata, Nana, dkk. Pengendalian Mutu Pendidikan Sekolah Menengah, Bandung: Refika Aditama, 2006

UU. No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 3

 

 



[1]. Nana Syaodih Sukmadinata, dkk. Pengendalian Mutu Pendidikan Sekolah Menengah (Bandung: Refika Aditama, 2006),1.

[2] Ahmad Khoiri, Manajemen dan Mutu Pendidikan Islam, Manageria: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, Volume I. Nomor 1, Mei 2016, P-ISSN: 2502-9223, E-ISSN:2503-4383,82.

[3]. Moeheriono, Indikator Kinerja Utama (IKU). Perencanaan, Aplikasi dan Pengembangan, (Jakarta:Rajawali Pers, 2012), I.

[4]. John M. Bryson, Strategic Planning for Public and Nonprofit Organization, (San Fransisco: Jossey-bass, 1998), 23.

[5] Dermawan Wibisono, Manajemen Kinerja (Konsep, Desain dan Teknik Meningkatkan Daya Saing Perusahaan), (Jakarta: Erlangga. 2011), hlm.43.

Sjarifuddin Hasan, Manajemen Strategik, (Jakarta: Global Future Institute, 2013), hlm.83

[6] Sjarifuddin Hasan, Manajemen Strategik, (Jakarta: Global Future Institute, 2013), hlm.83

[7]. Crown Dirgantoro, Manajemen Strateguk Konsep, Kasus & Implementasi, (Jakarta: PT Grasindo, 2001), hlm. 24.

[8]. J. Salusu, Pengambilan Keputusan Stratejik, (Jkarta: PT. Gramedia Widiasrana Indonesia, 1996), hlm. 130.

[9]. John M. Bryson, Strtaegic Planning.... hlm. 65.

[10]. Syaiful Sagala, Manajemen Strategik dalam Peningkatan Mutu Pendidikan, (Bandung: Alfabeta, 2007), hlm. 134-135.

[11] Fred R. David, Strategi Management, (New York: Pearson Education, 2009), hlm.56

[12] UU.Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional Pasal3

[13] Dermawan Wibisono, Manajemen Kinerja...hlm 43

[14] Hendrawan Supratikno, Advanced Strategic Manajement: Back to Basic Approach,(Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2003). Hlm.45

[15] Muniarti, Manajemen Strategik “ Peran Kepala Sekolah dalam Pemberdayaan” , ( Bandung Citapustaka Media Perintis, 2008), hlm.106

[16] Dermawan Wibisono, Manajemen Kinerja hlm.43

[17] Moeheriono, Indikator Kinerja Utama (IKU), Perencanaan, Aplikasi, dan Pengembangan, ( Jakarta: Rajawali Pers, 2012, hlm.15)

[18] J. Salusu, Pengambilan Keputusan Stratejik, Hlm.121-122.

[19] Moeheriono, Indikator Kinerja, hlm.16

[20] Moehariono, Indikator Kinerja, hlm.19

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

selasa membara 7 april 2026

 allahumma yaa kaafiyal balaa', ikfinal balaa' qobla nuzuulihi minassamaa'. ya allah y Allah ya Allah . dapat buku dan kaos give...