Rabu, 23 April 2025

Soal Tafsir PAT

 


 

 

 

 

 

PENILAIAN AKHIR TAHUN

TAHUN PELAJARAN 2020/2021

 

Mata Pelajaran : Ilmu Tafsir

Kelas                  : X ( Sepuluh )

Hari/Tanggal     : Selasa, 15 Juni 2021

Waktu                :10.30 – 12.00 ( 120 Menit )             

                                      

PETUNJUK UMUM :

1.      Tulislah lebih dulu nama, kelas dan nomor Ujian Anda pada lembar jawaban yang tersedia.

2.      Bacalah tiap-tiap soal dengan baik sebelum Anda kerjakan.

3.      Kerjakan lebih dahulu soal yang Anda anggap paling mudah.

4.      Semua jawaban ditulis pada lembar jawaban yang tersedia.

5.      Lembaran soal tidak boleh dicorat-coret/ditulisi.

6.      Laporkan kepada pengawas kalau terdapat tulisan yang kurang jelas atau ada yang rusak.

7.      Periksalah pekerjaan Anda baik-baik sebelum Anda serahkan kepada Pengawas.

 

A.    Berilah tanda silang (X) pada huruf A, B, C, D, atau E di lembar jawab yang tersedia!

1.      Dalam al-Qur`an kata tafsir terulang sebanyak satu kali, yaitu pada:


A.      QS. Al-Furqān [25]: 33

B.       QS. Al-Furqān [25]: 31

C.       QS. Al-Furqān [25]: 34

D.      QS. Al-Furqān [25]: 35

E.       QS. Al-Furqān [25]: 37


2.      Menurut az-Zarkasyi, pengertian tafsir secara istilah adalah ….

A.    Pengetahuan untuk memahami kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw., dengan menjelaskan makna-maknanya, mengeluarkan atau menggali hukum-hukum dan hikmahhikmahnya.

B.     Pengetahuan yang membahas maksud-maksud Allah yang terkandung dalam al-Qur`an sesuai dengan kemampuan manusia, maka dia mencukupkan pengetahuan untuk memahami makna dan penjelasan dari maksud Allah itu.

C.     Menjelaskan ayat-ayat al-Qur`an sesuai dengan yang dikehendaki oleh Allah Swt., sehingga yang kurang jelas menjadi jelas, yang samar menjadi tidak samar, yang sulit dipahami menjadi mudah dipahami dan yang merupakan rahasia menjadi tidak rahasia lagi, sesuai ukuran kemampuan manusia.

D.    Men-syara-kan lafal yang sukar dipahami pendengar dengan uraian yang menjelaskan maksudnya.

E.     Ilmu yang membahas al-Qur`an al-Karim dari segi pemahaman maknanya sesuai yang dikehendaki Allah Swt. menurut kadar kemampuan manusia.

 

 

 

3.      Takwil secara etimologi adalah ....


A.    Memalingkan.

B.     Penjelasan

C.     Pengungkapan

D.    Menjabarkan

E.     Menyingkap


4.      Berikut adalah syarat menerjemah ....

A.    penerjemah mengetahui pola kalimat dan ciri khas kedua bahasa

B.     terjemahan harus menggunakan bahasa yang populer di masyarakat

C.     penerjemah harus seorang yang ahli dalam berbagai disiplin ilmu

D.    terjemahan harus benar sesuai kaidah dan bahasa

E.     bahasa pertama harus melekat pada bahasa terjemah

5.      Berikut bukanlah manfaat mempelajari Ilmu tafsir ....

A.      mengetahui makna kata-kata dalam al-qur`an

B.       menjelaskan maksud setiap ayat

C.       mengetahui berbagai kitab-kitab tafsir yang beredar di masyarakat

D.      menyingkap hukum dan hikmah yang dikandung al-qur`an

E.       menyampaikan pembaca kepada maksud yang diinginkan oleh allah swt, agar memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat.

6.      Berikut adalah perbedaan antara Ilmu tafsir dengan Tafsir ....


A.    perbedaan dari segi produknya

B.     perbedaan dari segi mufasir-nya

C.     perbedaan dari segi proses penafsirannya

D.    perbedaan dari segi metode menafsirkannya

E.     perbedaan dari daerah mufassir-nya


7.      Berikut adalah karakteristik penafsiran Nabi Muhammad Saw.:

A.      Menafsirkan al-Qur`an dengan al-Qur`an

B.       Menafsirkan al-Qur`an dengan ra`yu

C.       Menafsirkan al-Qur`an dengan isrā`īliyyāt

D.      Menafsirkan al-Qur`an dengan ijmā’

E.       Menafsirkan al-Qur`an dengan meminta pendapat dari Sahabat

8.      Penafsiran al-Qur`an pada masa Sahabat mempunyai ciri-ciri sebagai berikut, kecuali.

A.      tafsir al-qur`an sama sekali belum dibukukan

B.       mereka tidak menafsirkan al-qur`an secara keseluruhan

C.       penafsiran lebih menekankan pada al-ma’na al-ijmālī

D.      penafsiran secara menyeluruh

E.       membatasi diri pada penjelasan makna-makna lughah (bahasa)

9.      Berikut bukanlah termasuk sumber penafsiran pada masa Tābi’īn adalah....


A.      Al-Qur`an al-Karim

B.       Hadis Nabi Muhammad Saw..

C.       Pendapat Sahabat

D.      Isra’iliyat

E.       Qiyās


 

 

10.  Penafsiran pada masa tadwīn di mulai sejak. . .

A.      awal kekhalifahan bani Umaiyah

B.       akhir kekhalifahan bani Abbasiyah

C.       akhir masa umaiyah dan awal masa Abbasiyah

D.      masa tābi’īn

E.       pada masa Mutaqaddimin

11.  Berikut adalah madrasah tafsir yang muncul pada masa tabi’in ....


A.      Madrasah Kufah

B.       Madrasah Syams

C.       Madrasah Furs

D.      Madrasah Yaman

E.       Madrasah Isbania


12.  Di kalangan Sahabat terdapat perbedaan pendapat dalam memahami kandungan al-Qur`an, penyebabnya adalah hal-hal berikut, kecuali....

A.      perbedaan tingkat kemampuanandan pengalaman

B.       perbedaan pengetahuan tentang bahasa arab

C.       sering tidaknya bersama rasulullah saw..

D.      sering tidaknya berperang bersama rasulullah saw..

E.       perbedaan pengetahuan dan pengalaman tentang adat istiadat pada masa jahiliyah

13.  Berikut adalah Sahabat mendapatkan doa dari Nabi Muhammad Saw. dalam menafsirkan al-Qur`an adalah ....


A.      Ibn Abbas

B.       Ibn Mas’ud

C.       Abdullah bin ‘Amr bin ‘As

D.      Abdullah bin Jabir

E.       Abdullah bin Zubair


14.  Berita isrā’īliyyāt mulai masuk dengan pesat pada tafsir sehingga menjadi sebuah ciri tafsir adalah dapat dijumpai pada tafsir masa. . .


A.    Sahabat

B.     Tābi’īn

C.     Tadwīn

D.    Umaiyah

E.     Abbasiyah


15.  Pelopor madrasah tafsir di Iraq adalah ....


A.      Ibn ‘Abbās

B.       Ubai bin Ka’ab

C.       Abdullah bin Mas’ūd

D.      Abu Musa al-Asy’ari

E.       Amr bin al-As


16.  Penulisan tafsir yang mulai mencampuradukkan antara pemahaman rasional dan tafsīr ma’ūr terjadi pada ....


A.      Masa Nabi

B.       Masa Sahabat

C.       Masa Tabi’in

D.      Masa tadwīn

E.       Masa Setelah masa tadwīn


17.  Secara etimologi, asbābun nuzūl artinya …

A.      sebab-sebab yang menjelaskan terjadinya sesuatu.

B.       sebab-sebab yang melatarbelakangi turunnya ayat al-qur’an terhadap peristiwa di masa nabi muhammad saw..

C.       sebab-sebab yang melatar belakangi terjadinya sesuatu.

D.      sebab-sebab yang melatar belakangi terjadinya sebuah dalil.

E.       sebab-sebab yang menjelaskan ayat.

18.  “Sesuatu yang turun satu ayat atau beberapa ayat yang berbicara tentangnya (sesuatu itu) atau menjelaskan ketentuan-ketentuan hukum yang terjadi pada waktu terjadinya peristiwa tersebut.” Definisi asbābun nuzūl berikut merupakan pendapat dari…


A.      Ali as-Sābūnī

B.       Shubhi Shalih

C.       Az-Zarqānī

D.      Mannā’ Khalīl Qatṭṭān

E.       Al-Maliki


19.  Definisi asbābun nuzūl di bawah ini adalah pendapat dari .... “Sesuatu yang menyebabkan diturunkannya al-Qur`an berkenaan dengan keadaan al-Qur`an ketika ia turun, seperti (karena disebabkan) adanya sebuah peristiwa atau adanya pertanyaan.”


A.      Ali as-Sābūnī

B.       Shubhi Shalih

C.       Az-Zarqānī

D.      Mannā’ Khalīl Qatṭṭān

E.       Al-Maliki


20.  “Untuk mengetahui tafsir suatu ayat al-Qur`an tidak mungkin tanpa mengetaui latar belakang peristiwa dan kejadian tentang penurunannya”. Pernyataan di atas adalah pendapat dari..


A.      Imam al-Wahidi

B.       Imam al-Maliki

C.       Imam Hambali

D.      Ibnu Daqiqul ‘id

E.       Ibnu Taimiyah


21.  “Keterangan tentang kejadian turunnya ayat merupakan cara yang kuat untuk memahami makna ayat al-Qur`an” Pernyataan di atas adalah pendapat dari...


A.      Imam al-Wahidi

B.       Imam al-Maliki

C.       Imam Hambali X

D.      Ibnu Daqīqul ’īd

E.       Ibnu Taimiyah


22.  “Mengetahui asbābun nuzūl ayat, menolong kita memahami makna ayat, karena mengetahui kejadian turunnya itu memberikan dasar untuk mengetahui penyebabnya”. Pernyataan diatas adalah pendapat dari..


A.    Imam al-Wahidi

B.     Imam al-Maliki

C.     Hambali

D.    Ibn Daqīqul ’īd

E.     Ibnu Taimiyah


23.  Berikut yang bukan merupakan faedah dari mengetahui asbābun nuzūl adalah ....

A.      Memberi petunjuk tentang hikmah yang dikehendaki Allah atas apa yang telah ditetapkan hukumnya.

B.       Memberi petunjuk tentang adanya ayat-ayat tertentu yang memiliki kekhususan hukum tertentu.

C.       Merupakan cara yang efisien untuk memahami makna yang terkandung dalam alQur`an.

D.      Menghindari keraguan tentang ketentuan pembatasan (al-asyr) yang terdapat dalam al-Qur`an.

E.       Memudahkan menafsirkan kalimat-kalimat yang muhkamat

 

 

 

24.  Permulaan QS. Al-Ḥadīd [57]:1 dengan penutupan QS. Al-Wāqi’ah [56]: 96 memiliki relevensi yang jelas, yakni keserasian dan hubungan dengan…


A.      manusia

B.       Allah

C.       tahmid

D.      tasbih

E.       alam


25.  Secara etimologi kata munāsabah sering dipakai dalam tiga pengertian. Kata ini dipakai dengan makna…


A.      Musyākalah atau munāsabah

B.       Muqārabah atau muhādaṡah

C.       Muqārabah atau Muwāḥidah

D.      Musyākalah atau Muqārabah

E.       Muhādaṡah atau Musyākalah


26.  Kata munāsabah juga diartikan dengan an-nasīb yang berarti…


A.      kerabat atau sanak keluarga

B.       keluarga atau saudara

C.       anak atau kakak

D.      kerabat dan orang tua

E.       kerabat atau saudara


27.  “Usaha pemikiran manusia untuk menggali rahasia hubungan antara ayat-ayat atau surat yang dapat diterima oleh akal”. Pendapat tersebut merupakan pengertian munāsabah menurut..


A.      Adz-Dzahabi

B.       Abu Bakar

C.       Al-Ansari

D.      Az-Zarkasyi

E.       Ibnu Taimiyah


28.  Contoh lain dari munāsabah antar surat adalah tampak dari munāsabah antara surat al-Fātiḥah dengan surat al-Baqarah keduanya menggambarkan hubungan antara…

A.      QS. al-Baqarah merinci isi QS. al-Fātiḥah

B.       menjelaskan metode interaksi antara hamba dengan Tuhannya

C.       dalil-dalil yang nyata tentang amaliah lahiriah dan ruhaniyah seorang hamba

D.      al-Qur`an saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya

E.       dalil dengan keterangan terjemah

29.  Di bawah adalah bentuk-bentuk munāsabah dalam al-Qur`an, kecuali..

A.      hubungan ayat dengan ayat berikutnya

B.       hubungan kata demi kata dalam satu ayat

C.       hubungan mukaddimah satu surat dengan surat berikutnya

D.      hubungan penutupan satu surat dengan mukaddimah surat berikutnya

E.       hubungan antar ayat dengan damir yang sama

30.  Bentuk munāsabah antara permulaan QS. Al-Ḥ adīd [57] : 1 dengan penutupan QS. Al Wāqi’ah [56] : 96 adalah ....

A.    Hubungan kata demi kata dalam satu ayat

B.     Hubungan antara kandungan ayat dengan fāṣilah (penutup ayat)

C.     Hubungan ayat dengan ayat berikutnya

D.    Hubungan mukadimah satu surat dengan surat berikutnya

E.     Hubungan penutup satu surat dengan mukaddimah surat berikutnya

 

 

31.  Bentuk munāsabah dalam QS. al-Gāsyiyah [88] : 17-20 adalah ....

A.      Hubungan kata demi kata dalam satu ayat

B.       Hubungan antara kandungan ayat dengan fāṣilah (penutup ayat)

C.       Hubungan ayat dengan ayat berikutnya

D.      Hubungan mukadimah satu surat dengan surat berikutnya

E.       Hubungan penutup satu surat dengan mukaddimah surat berikutnya

32.  Di antara manfaat mempelajari ilmu munāsabah ialah adalah ....

A.      Hanya dengan ilmu munāsabah dapat menafsirkan ayat-ayat al-Qur`an

B.       Dapat mengetahui permasalahan yang terjadi saat turunnya suatu ayat

C.       Dapat mengetahui perkembangan pemahaman terhadap al-Qur`an

D.      Dapat mengetahui ketinggian (keindahan) bahasa al-Qur’an

E.       Dapat mengetahui perubahan letak ayat yang mempunyai tema yang sama

33.  Berikut ini adalah persamaan pengertian naskh secara etimologi yaitu:


A.      Al-Tabdīl

B.       At-Tafsīr

C.       At-Tarīf

D.      Al-Taqrīb

E.       At-Targīb


34.  Pengertian naskh secara terminologi adalah ....

A.      Memperbaiki hukum syar’i dengan dalil hukum syar’i yang lebih baik

B.       Menambah hukum syar’i yang telah ada dengan dalil hukum syar’i yang lebih baik

C.       Mengangkat hukum syar‘i dengan dalil hukum syar‘i yang lain

D.      Mencontoh hukum syar’i yang tidak sesuai dengan masanya dengan dalil hukum syar’i yang lebih baik

E.       Memberikan hukum syar’i yang ada dengan dalil hukum syar’i yang lebih baik

35.  Sumber dalil syar’i yang masuk aspek pembahasan naskh dan mansūkh adalah ....


A.      al-Qur`an dan Ijtihad

B.       Sunnah dan Qaul Sahabat

C.       Ijma’ dan Ijtihad

D.      al-Qur`an dan Sunnah

E.       Ijma’ dan Sunnah


36.  Berikut ini adalah bentuk-bentuk naskh dalam al-Qur`an ....

A.      penghapusan terhadap hukum (ukm) dan bacaan (tilāwah) secara bersamaan

B.       penetapan terhadap hukumnya saja sedangkan bacaanya tetap ada

C.       perbaikan terhadap bacaan saja, sedangkan hukumnya tetap berlaku

D.      perubahan terhadap hukum (ḥukm) dan bacaan (tilāwah) secara bersamaan

E.       perubahan terhadap bacaan saja, sedangkan hukumnya tetap berlaku

37.  Berikut adalah ciri-ciri dari naṣ yang tidak dapat di naskh....

A.      Naṣh yang berisi hukum-hukum yang tidak berubah oleh perubahan keadaan manusia, baik atau buruk, atau dalam situasi apapun

B.       Naṣh yang mencakup hukum-hukum kehidupan manusia

C.       Naṣh yang mencakup hukum-hukum aktivitas sehari

D.      Naṣh yang mencakup hukum-hukum masa yang sedang terjadi

E.       Naṣh yang mencakup hukum-hukum umat beragama

 

38.  Bukan termasuk syarat naṣh-naṣh yang dapat di-naskh....

A.      hukum yang mānsukh tidak menunjukkan berlaku abadi

B.       hukum yang mānsukh bukan suatu hukum yang disepakati oleh akal sehat tentang baik dan buruknya

C.       haruslah ayat nāsikh yang datang kemudian dari mansūkh

D.      keadaan kedua naṣ tersebut sangat bertentangan dan tidak dapat dikompromikan

E.       nah yang menunjukkan kejadian atau berita yang telah terjadi pada masa lampau.

39.  Di antara ciri ayat yang tidak dapat di-naskh ....

A.      hukum yang mānsukh tidak menunjukkan berlaku abadi.

B.       hukum yang mānsukh bukan suatu hukum yang disepakati oleh akal sehat tentang baik dan buruknya.

C.       haruslah ayat nāsikh yang datang kemudian dari mansūkh keadaan kedua nah tersebut sangat bertentangan dan tidak dapat dikompromikan.

D.      ayat-ayat yang menjelaskan tentang kepercayaan kepada allah, rasul, kitab suci, hari akhirat, dan yang menyangkut pada pokokpokok akidah dan ibadah lainnya.

E.       ayat-ayat tentang kemaslahatan masyarakat secara umum.

40.  Berikut adalah diantara macam-macam naskh, yaitu ....


A.    Naskh al-Qur’an dengan Sunnah

B.     Naskh sunnah dengan ijma’

C.     Naskh sunnah dengan qiyas

D.    Naskh sunnah dengan qaul Sabahat

E.     Naskh sunnah dengan ijtihad


 

B.     Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!

41.  Apakah pengertian tafsir, takwil, terjemah dan ilmu tafsir?

42.  Sebutkan perbedaan antara tafsir dengan ilmu tafsir!

43.  Bagaimanakah pengertian munāsabah secara terminologis menurut Az-Zarkasyi?

44.  Apakah pengertian nāsikh secara bahasa dan secara istilah? Jelaskan!

45.  Ada berapakah macam-macam naskh? Sebutkan dan Jelaskan!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENILAIAN AKHIR TAHUN

TAHUN PELAJARAN 2020/2021

 

Mata Pelajaran : Ilmu Tafsir

Kelas                  : XI ( Sebelas )

Hari/Tanggal     : Selasa, 15 Juni 2021

Waktu                :10.30 – 12.00 ( 120 Menit )             

                                      

PETUNJUK UMUM :

1.        Tulislah lebih dulu nama, kelas dan nomor Ujian Anda pada lembar jawaban yang tersedia.

2.        Bacalah tiap-tiap soal dengan baik sebelum Anda kerjakan.

3.        Kerjakan lebih dahulu soal yang Anda anggap paling mudah.

4.        Semua jawaban ditulis pada lembar jawaban yang tersedia.

5.        Lembaran soal tidak boleh dicorat-coret/ditulisi.

6.        Laporkan kepada pengawas kalau terdapat tulisan yang kurang jelas atau ada yang rusak.

7.        Periksalah pekerjaan Anda baik-baik sebelum Anda serahkan kepada Pengawas.

 

A.    Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!

1.        Jelaskan yang di maksud dari sumber penafsiran Al-Quran!

2.        Sebutkan sumber penafsiran !

3.        Apa yang kalian pahami dengan Tafsir bi al-ma’tsur ?

4.        Sebutkan 2 Contoh kitab tafsir bil ma’tsur !

5.        Apa yang kalian pahami dengan Tafsir bi al-ra’yi al-mahmud ?

6.        Bagaimana hukum tafsir bi al-ra’yi al-Mahmud ?

7.        Sebuatkan 2syarat diterimanya tafsir bi al-ra’yi al-Mahmud !

8.        Apa yang kalian pahami  tafsir bi al-ra’yi al-Madzmum ?

9.        Bagaimana Hukum Tafsir bi al-ra’yi al-Madzmum ?

10.    Sebutkan 2 Kelebihan Tafsir bi Al-Ra’yi !

11.    Sebutakan satu contoh kitab tafsir bi Ar-Ra’yi !

12.    Apa yang kalian pahami tentang Tafsir Ijmali ?

13.    Sebutkan 2 contoh Tafsir Ijmali !

14.    Apa yang kalian pahami tentang Tafsir Tahlili ?

15.    Sebutkan 2 contoh Tafsir Tahlili !

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

selasa membara 7 april 2026

 allahumma yaa kaafiyal balaa', ikfinal balaa' qobla nuzuulihi minassamaa'. ya allah y Allah ya Allah . dapat buku dan kaos give...