LITERATURE REVIEW
MAKALAH
Disusun guna
memenuhi tugas
Mata Kuliah: Metodologi
Pendidikan
Dosen Pengampu: Dr.
Fatkhurrozi, M. Ag
Disusun oleh :
DEWI
AZZAHROH
1703038030
PROGRAM
PASCASARJANA
MAGISTER
MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
UNIVERSITAS
ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2018
A.
PENDAHULUAN
Literature review atau tinjauan pustaka adalah istilah yang sering
dikerjakan oleh mahasiswa ketika sedang mengerjakan skripsi, tesis atau
disertasi. Dosen dan peneliti juga fasih menggunakan istilah ini karena
kehidupan akademisi sangat dekat dengan perilaku literature review. Literature review atau
tinjauan pustaka pasti akan kita lakukan misalnya ketika kita memulai
memahami suatu topik penelitian baru, mengikuti trend penelitian baru dan
memahami state-of-the-art dari suatu
topik penelitian. Sayangnya literature review sering
dimaknai sederhana yaitu hanya membaca literatur ilmiah, padahal
sebenarnya prosesnya tidak sesederhana itu.
Tinjauan Pustaka (Literature Review) merupakan salah satu
bab yang hampir selalu ditemukan dalam proposal penelitian dan laporan
penelitian, termasuk skripsi, tesis, dan disertasi. Tinjauan Pustaka tidak
ditemukan dalam sebuah artikel jurnal ilmiah atau prosiding seminar ilmiah, dan
fungsi Tinjauan Pustaka di sini diambil alih oleh bagian Pendahuluan.Di luar
negeri, orang sering juga menerbitkan Literature Review sebagai artikel dalam
jurnal ilmiah.
Istilah Tinjauan Pustaka diterjemahkan secara langsung dari
Literature Review.Namun demikian, bagian ini tidak sekedar meninjau pustaka
pada bagian permukaan saja, melainkan jauh 'masuk ke dalam'.Hal itu diperlukan
agar kita bisa melihat lebih banyak, bisa melakukan evaluasi dan sintesis dari
isi pustaka yang kita gunakan.
Membuat Tinjauan Pustaka yang baik tidaklah mudah dan
memerlukan keterampilan dan usaha dari kita.Perlu diketahui bahwa Tinjauan Pustaka
bukan hanya sekedar daftar hasil penelitian sebelumnya yang sudah
diterbitkan.Lebih dari pada itu, kita harus melakukan evaluasi dan sintesis
sehingga sebuah Tinjauan Pustaka yang kita hasilkan memiliki nilai akademik
yang tinggi.
Maka dari itu disini pemakalah mencoba untuk menguraikan
secara sederhana mengenai pengertian dan pentingnyaliterature review, bagaimanakah
perbedaan tinjauan pustaka penelitian kualitatif dan kuantitatif, serta apa
saja langkah-langkah dalam melakukan literature review.
B.
PENGERTIAN LITERATURE REVIEW DAN PENTINGNYA LITERATURE
REVIEW
Literature Review adalah mengelola kajian pustaka setelah semua info yang
berkaitan dengan permasalahan yang diteliti diperoleh secara lengkap dan
menyeluruh dengan mencatat sumber info sesuai dengan aturan dan tatacara
penulisan yang ditetapkan. Langkah
selanjutnya…
Cooper (1988) mendefinisikan, "... a literature review uses as its database reports of primary
or original scholarship, and does not report new primary scholarship itself.
The primary reports used in the literature may be verbal, but in the vast
majority of cases reports are written documents. The types of scholarship may
be empirical, theoretical, critical/analytic, or methodological in nature.
Second a literature review seeks to describe, summarise, evaluate, clarify
and/or integrate the content of primary reports."
Yang pemakalah artikan bahwa Tinjaun
pustaka diambil dari kata bahasa Inggris yakni Literature review yaitu, Tinjauan
Pustaka merupakan bentuk tulisan terencana dan terperinci, mengenai pandangan
tentang suatu penelitian yang telah dilakukan terhadap penelitian lain yang
sedang atau akan dilakukan. Umumnya isi dari tinjauan pustaka bersifat kritis
terhadap tema yang diangkat.[1]
Kesuma (2007: 36), salah seorang ahli metodologi penelitian
menyebutkan bahwa terdapat tiga fungsi dari kajian pustaka, yaitu:
1. Untuk memastikan
pernahnya masalah yang lagi diteliti dilakukan oleh peneliti lain.
2. Apakah masalah yang
diteliti dikaji secara komprehensif, lengkap dan hasilnya memuaskan atau tidak.
3. Mengungkapkan kekhasan
atau perbedaan masalah yang akan diteliti. Berdasarkan uraian ini, penulis
berpandangan bahwa kajian pustaka sangat bermanfaat untuk memetakan posisi
penilaian yang sedang dilakukan.
Literature Review (Kajian
Pustaka) dalam suatu penelitian ilmiah adalah salah satu
bagian penting dari keseluruhan langkah-langkah metode penelitian.Cooper
dalam Creswell mengemukakan bahwa kajian
pustaka memiliki beberapa tujuan yakni menginformasikan kepada pembaca
hasil-hasil penelitian yang berkaitan erat dengan penelitian yang dilakukan saat itu,
menghubungkan penelitian dengan literature-literatur yang ada dan mengisi
celah-celah dalam penelitian-penelitian sebelumnya.[2]
Menurut Hasibuan, Literatur review berisi uraian tentang
teori, temuan dan bahan penelitian lain yang diperoleh dari bahan acuan untuk
dijadikan landasan kegiatan penelitian. Uraian dalam literatur review ini
diarahkan untuk menyusun kerangka pemikiran yang jelas tentang pemecahan
masalah yang sudah diuraikan dalam sebelumnya pada perumusan masalah. Literatur
review berisi ulasan, rangkuman, dan pemikiran penulis tentang beberapa sumber
pustaka (dapat berupa artikel, buku, slide, informasi dari internet, dan
lain-lain) tentang topik yang dibahas, dan biasanya ditempatkan pada bab awal.
Hasil-hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti lain dapat juga dimasukkan
sebagai pembanding dari hasil penelitian yang akan dicobakan disini. Semua
pernyataan dan/atau hasil penelitian yang bukan berasal dari penulis harus
disebutkan sumbernya, dan tatacara mengacu sumber pustaka mengikuti kaidah yang
ditetapkan. Suatu literatur review yang baik haruslah bersifat relevan,
mutakhir (tiga tahun terakhir), dan memadai.[3]
Sejalan dengan fungsi ini, Literature Review
bermanfaat untuk: (a) memperdalam pengetahuan ihwal masalah yang diteliti
sehingga menguasainya. (b) menegaskan karangka teoritis yang dijadikan landasan
atau karangka berfikir terhadap masalah penelitian. (c) mempertajam
konsep-konsep yang digunakan sehingga memudahkan perumusan hipotesis-hipotesis,
dan (d) menghindarkan terjadinya pengulangan penelitian terhadap masalah yang
diteliti.
Literature Review ini bersifat penting
dalam hal penelitian karena beberapa
alasan, yaitu :
1.
Mengidentifikasi
kesenjangan di dalam literature.
2.
Menghindari
upaya memutar kembali roda penelitian.
3.
Melanjutkan
apa yang sudah dilakukan oleh orang lain.
4.
Mengidentifikasi
pekerjaan orang lain dalam bidang yang sama.
5.
Meningkatkan kualitas pengetahuan kita atas subjek yang
akan dikaji.
6.
Mengidentifikasi
pandangan yang berbeda.
Manfaat Literature Review
menurut Hart (1998) yaitu sebagai berikut,:
1.
Membedakan
apa yang sudah dilakukan dari apa yang perlu untuk dilakukan .
2.
Menemukan variable-variabel penting yang relevan dengan
topik.
3.
Mensintesis
dan mendapat perspektif baru.
4.
Mengidentifikasi
hubungan antara ide dan praktik.
5.
Membangun
konteks topic/masalah.
6.
Merasionalisasi
pentingnya masalah yang akan diteliti.
7.
Memahami
struktur-struktur dari subjek.
8.
Mengaitkan
ide dan teori kepada penerapan.
9.
Mengidentifikasi
metodologi dan teknik-teknik yang sudah diterapkan.
10.
Menempatkan
penelitian dalam konteks historis untuk menunjukkan kemiripan dengan
pengembangan pada hal-hal yang utama.[4]
Sehingga terdapat dua manfaat penting dari Literature
review yaitu manfaat epistimologi dan praktik. Manfaat epistimologi terkait
dengan pendalaman pengetahuan, penajaman teori, dan konsep yang terkait dengan
focus penelitian. Manfaat praktik terkait dengan tidak berulangnya penelitian
yang sama.[5]
C.
PERBEDAAN LITERATURE REVIEW KUALITATIF DAN KUANTITATIF
1) Penelitian Kualitatif
Dalam
penelitian kualitatif, peneliti membacakan literature secara luas di
bagian awal. Hal ini memiliki 2 tujuan utama yaitu:
a. Menunjukkan pentingnya
masalah-masalah dalam penelitian tersebut.
b. Menyediakan secara rasional
tujuan pembelajaran dan hipotesis.
Kebanyakan
penulis dalam metode kuantitatif memasukkan Literature ke dalam bagian
yang terpisah dan diberi judul “Review of literatures” dan untuk
menekankan pentingnya bagian tersebut, penulis juga menambahkan bagian akhir
pembelajaran. Kemudian membandingkan hasilnya dengan prediksi atau harapan yang
dibuat di awal penelitian.
Ada beberapa
hal yang harus diperhatikan dalam hubungannya
dengan penggunaan literature, yaitu:
a. Literatur
yang digunakan harus sesuai dengan asumsi-asumsi metodologis penelitian
kualitatif, yaitu harus digunakan secara induktif sehingga tidak mengarahkan
permasalahan-permasalahan yang dipecahkan oleh peneliti.
b. Penelitian
kualitatif adalah penelitian yang bersifat eksploratif bukan penelitian
kepustakaan atau penelitian terhadap topic yang telah ditulis oleh orang lain
sebelumnya.
c. Dalam
penelitian yang bersifat etnografis, maka literature mengenai konsep dan teori
kritis budaya diperkenalkan oleh peneliti di awal rencana studi, namun untuk
peneliti teori dasar, studi kasus, dan studi fenomenologi maka penggunaan
literature diabaikan atau sedikit digunakan untuk menyusun langkah penelitian.
Dengan
mengacu pada 3 hal diatas, maka dapat digunakan 3 alternatif untuk meletakkan
literature atau hasil literature dalam laporan penelitian, yaitu:
a)
Literatur digunakan sebagai acuan, landasan teori
dalam merumuskan masalah penelitian yang diletakkan di bagian pendahuluan hasil
penelitian
b)
Lliteratur ditempatkan pada bab terpisah sebagai suatu
review atau analisis literature
c)
Literatur ditempatkan di bagian akhir hasil penelitian
dan dijadikan sebagai dasar dan bahan acuan untuk mengkontraskan dan
membandingkan temuan penelitian dengan literatur tersebut
Dalam
penelitian kualitatif, peneliti menggunakan literature untuk mendukung penemuan.
Namun, kebanyakan dalam proyek kualitatif peneliti seringkali mencantumkan
literature pada bagian akhir sehingga kontras antara pembanding dengan penemuan
utama tidak sama dengan prediksi di dalam penelitian kuantitaif.
Dalam penelitian kualitatif,
peneliti tidak membuat prediksi tentang penemuan.Mereka lebih tertarik pada hal
pendukung penemuan penelitian atau memodifikasi ide yang sudah ada dan
mempraktikkan yang paling bagus di dalam literatur.
2)
Penelitian Kuantitatif
Literature menyediakan tujuan
yang sedikit berbeda dengan penelitian
kuantitatif, penulis menjelaskan di awal untuk menunjukkan pentingnya
permasalahan dalam penelitian tersebut.Tetapi dalam penelitian tidak membahas
literature di awal penelitian.Dalam penelitian kuantitatif literature digunakan
secara deduktif sebagai dasar untuk mengemukakan pertanyaan-pertanyaan
penelitian atau hipotesis.Literatur digunakan dalam rangka memperkenalkan, menjelaskan,
dan membandingkan dengan temuan-temuan penelitian sebelumya dan ditempatkan
secara terpisah dalam rencana studi kuantitatif. Jika hasil literature review secara
terpisah digunakan, maka perlu dipertimbangkan apakah literature yang akan
dijelaskan sebagai suatu ringkasan yang terintegratif, atau review tertulis,
atau review metodologis.
Dalam mereview literature ada
beberapa hal yang perlu diperhatikan terutama dala, hubungannya dengan jenis
literature yang akan direview dan topic-topik yang menjadi prioritas, yaitu: 1)
Mulai dengan mereview artikel jurnal yang berhubungan dengan hasil penelitian.
Mulai dari artikel hasil penelitian terkini menuju artikel sebelumnya. 2)
Lanjutkan dengan mereview buku-buku yang berhubungan dengan topik penelitian,
terutama pada bagian ringkasan (summaries)literatur
ilmiah. 3) Review juga makalah-makalah-makalah ilmiah mutakhir yang berhubungan
dengan topik penelitian. 4) Abstrak dari
disertasi merupakan suatu sumber penting yang menunjukkan sumber-sumber yang disebutkan
sebelumnya.[6]
D.
LANGKAH-LANGKAH MEREVIEW LITERATURE
Berikut ini adalah sintesis dari langkah-langkah
melakukan kajian pustaka menurut Donald Ary dan Creswell sebagai berikut:[7]
1. Mulailah
dengan mengidentifikasi kata kunci topik penelitian untuk mencari materi,
referensi, dan bahan pustaka yang terkait.
2. Membaca
abstrak laporan-laporan hasil penelitian yang relevan, bisa didapatkan dari
sumber perpustakaan, jurnal, buku, dan prosiding.
3. Membuat
catatan hasil bacaan dengan cara membuat peta literatur (literature map)
urutan dan keterkaitan topik penelitian dan referensi bibliografi secara
lengkap.
4. Membuat
ringkasan literatur secara lengkap berdasarkan peta literatur, sesuai dengan
urutan dan keterkaitan topik dari setiap variabel penelitian.
5. Membuat
kajian pustaka dengan menyusunnya secara tematis berdasarkan teori-teori dan
konsep-konsep penting yang berkaitan dengan topik dan variabel penelitian.
6. Pada
akhir kajian pustaka, kemukakan pandangan umum tentang topik penelitian yang
dilakukan berdasarkan literatur yang ada, dan jelaskan orisinalitas dan
pentingnya topik penelitian yang akan dilakukan di banding dengan literatur
yang sudah ada.
Langkah-langkah di atas dapat digunakan untuk menulis kajian
pustaka berbagai jenis metode/pendekatan penelitian. Selain itu juga dapat
mempersempit ruang lingkup penelitian yang di ajukan sehingga rumusan
masalah dan langkah penelitian lebih jelas dan dapat dilakukan dengan baik.
Menurut John W. Creswell dalam
bukunya Educational Research, langkah-langkah dalam review literature ada 5, yaitu:[8]
1.
Mengidentifikasi istilah-istilah kunci
Awali
pencarian pustaka dengan membatasi pokok
pembicaraan anda menjadi istilah kunci yang kecil menggunakan satu atau dua kata atau
frasa pendek. Ada sebaiknya memilihnya
dengan hati-hati karena mereka penting
pada awal untuk menempatkan pustaka dalam perpustakaan atau melalui pencarian internet.
2.
Menempatkan kepustakaan
Setelah
mengidentifikasi istilah-istiilah kunci, sekarang anda dapat memulai mencari
pustaka yang relevan. Anda mungkin
tergoda untuk memulai pencarian (penelitian) anda dari computer rumah dengan
mengakses situs-situs web dan menjelajah pustaka elektronik yang tersedia
dalam sebuah topic permasalahan.
Sekalipun proses ini mungkin cocok, tidak semua pustaka dalam internet dapat dipertanggungjawabkan.
Kadang-kadang orang memosting
artikel-artikel yang tidak sesuai standar resensi-resensi luar. Dengan
meningkatnya frekuensi, bagaimanapun dokumen teks-full menjadi tersedia di
dalam internet dan kualitasnya tidak diragukan.. --Gunakan perpustakaan
akademik
Untuk
mengawali penelitian anda di sebuah perpustakaan akademik dengan secara fisik
mencari tumpukan-tumpukan, mereview microfiche, dan mengakses computer
database, anda akan menghemat waktu .
meskipun perpustakaan kota kecil ataupun kota besar mungkin member pustaka yang
bermanfaat, sebuah perpustakaan akademik secara khas menawarkan koleksi yang
paling luas bahan-bahan, khususnya studi penelitian.
Saat
menggunakan perpustakaan akademik, dua tantangan dihadapi di awal peneliti.
Pertama, peneliti butuh menempatkan bahan
suatu tugas yang sering membuat kesulitan karena luas dan kompleksnya
sebuah perpustakaan. Seperti
jurnal-jurnal, majalah-majalah (baru maupun lama), dokumentasi Negara, dan
indeks-indeks. Untuk membantu melokasikan bahan, anda mungkin menggunakan
layanan-layanan surat keterangan pustakawan atau mencari melalui salah satu
file perpustakaan menggunakan computer. Yang kedua adalah menanggulangi
frustasi yang meningkat ketika pengunjung
perpustakaan yang lain memeriksa
bahan-bahan yang anda butuhkan, membuat mereka tidak dapat digunakan. Yang saat
ini terjadi, peneliti-peneliti dapat menggunakan layanan interlibrary (pinjaman
buku antar perpustakaan) sebagai cara menyelesaikan kepustakaan. Bagaimanapun
proses ini menghabiskan waktu dan juga kesabaran .
-
Gunakan
seluruh sumber; utama dan sekunder
Resensi
pustaka sering memuat kedua sumber utama
dan sumber sekunder (pendukung). Sumber pustaka utama berisi bahan baca yang
dilaporkan oleh individu yang benar-benar
mengadakan penelitian atau orang yang menciptakan ide-ide baru. Artikel
penelitian diterbitkan oleh jurnal-jurnal pendidikan merupakan sebuah contoh dalam tipe sumber
ini. Sumber pustaka pendukung, bagaimanapun bahan pustaka yang meringkas sumber
utama. Ini tidak mempresentasikan bahan-bahan yang diterbitkan oleh peneliti
asli atau penggagas ide. Contoh-contoh sumber pustaka pendukung adalah
handbook. Ensiklopedi dan jurnal-jurnal tertentu yang meringkas penelitian,
seperti “Review of Educational Research ”. Secara khas, anda akan melokasikan
kedua sumber ini, tapi ini bagus untuk melaporkan kebanyakan sumber-sumber utama. Sumber utama
menggambarkan bahan baca dalam bagian asli dan mengabarkan sudut pandang
penggagas asli. Sumber utama juga menyediakan detail-detail peneliti asli lebih
baik ketimbang sumber pendukung. Sumber kedua membantu saat anda memulai
tinjauan anda, untuk menjelajahi dan
menentukan susunan bahan-bahan dalam sebuah pokok pembahasan.
-
Carilah
jenis kepustakaan yang berbeda
Indexed Publications
Journal
Articles
3. Evaluasi
kritis dan memilih literature
Kamu
harus memisahkan mana sumber yang bagus untuk digunakan dan apakah itu relevan
dengan penelitian. Relevan memiliki
beberapa dimensi, dan kamu harus
mengikuti kriteria berikut ketika memilih literature untuk review.
-
Topik
yang relevan
-
Individual
dan situs yang relevan
-
Masalah
dan pertanyaan yang relevan
-
Kemampuan
mengakses yang relevan pula
4. Mengatur/ menata Literatur
Proses ini terdiri
dari mengkopi, dan mengisi literature. Kamu harus memilih antara abstrak
atau mengambil catatan pada literature
dan mengembangkan sebuah diagram visualnya.
-fotokopi, download, da nisi
- mengambil catatan dari abstrak-abstrak
penelitian
- mengkontruksi sebuah peta
literatur
5. Menuliskan sebuah literature review .
Menuliskan
sebuah literature adalah melaporkan kesimpulan-kesimpulan literature untukinklusi dalam laporan
penelitianmu. Kita harus menggunakan gaya manual. Gaya manual menyediakan
sebuah struktur untuk kota referensi, label dan heading, tabel yang membangun,
dan figure-figur untuk sebuah laporan penelitian ilmiah.
E.
KESIMPULAN
Literature
review adalah uraian tentang teori,
temuan, dan bahan penelitian lainnya yang diperoleh dari bahan acuan untuk
dijadikan landasan kegiatan penelitian untuk menyusun kerangka pemikiran yang
jelas dari perumusan masalah yang ingin diteliti. Di sumber yang lain
mengatakan, literature review adalah analisa berupa kritik (membangun
maupun menjatuhkan) dari penelitian yang sedang dilakukan terhadap topik khusus
atau pertanyaan terhadap suatu bagian dari keilmuan. Literature
review merupakan cerita ilmiah terhadap suatu permasalahan tertentu.
Literature review tidak hanya membantu memverifikasi masalah-masalah
penelitian, tetapi juga membantu merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, dan
penyusunan instrument penilitian.
Langkah-langkah penting dalam melakukan kajian pustaka
adalah mengidentifikasi kata kunci topik penelitian untuk mencari literatur
yang berkaitan seperti jurnal, buku-buku, dan penelitian lain yang relevan
dengan penelitian yang akan di lakukan. Selanjutnya membuat peta literatur yang
mencerminkan keterkaitan teori-teori dan konsep-konsep, kemudian mencatat
bibliografi sumber literatur secara lengkap, setelah itu membuat kajian pustaka
dengan mendeskripsikan literatur yang ada dalam sebuah tulisan yang sesuai dengan kaidah penulisan ilmiah.
F. PENUTUP
Demikianlah
makalah yang telah penulis susun. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan karena keterbatasan dan kekurangan
baik dalam penulisan, pemahaman, dan sumber rujukan.Tiada
gading yang tak retak, tiada manusia yang sempurna.Oleh sebab itu penulis
sangat mengharapkan kritik serta saran yang membangun untuk dapat merevisi makalah
penulis selanjutnya.Semoga makalah ini bermanfaat bagi semua. Aamiin
DAFTAR
PUSTAKA
Ari Donald et.
Al, Pengantar Penelitian Dalam Pendidikan, terj, Yogyakarta: Pustaka
Pelajar, 2004
Cooper, H. M. (1988) 'The structure of
knowledge synthesis' Knowledge in Society, vol. 1,
Creswell, John, W., Research Design:
Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches, 3th, ,terj.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010.
Hasibuan,
Zainal A. Metodologi Penelitian Pada Bidang Ilmu Komputer Dan Teknologi
Informasi:Konsep, Teknik, Dan Aplikasi,Jakarta: Fakultas Ilmu Komputer
Universitas Indonesia, . 2007
John W. Cresswell, Educational
Research,,New Jersey: Person Education, 2008
Muhammad, Metode Penelitian Bahasa, Yogyakarta: Az-Zuur media, 2011
[1]Cooper, H. M. (1988) 'The
structure of knowledge synthesis' Knowledge in Society, vol. 1, hlm.104-126.
[2]Creswell, John, W., Research
Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches, 3th, ,terj.
(Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010), hlm. 40.
[3]Hasibuan,
Zainal A. Metodologi Penelitian Pada Bidang Ilmu Komputer Dan Teknologi
Informasi:Konsep, Teknik, Dan Aplikasi, (Jakarta: Fakultas Ilmu Komputer
Universitas Indonesia,. 2007), hlm. 101.
[4] Tatang Ary Gumanti, dkk, Metode
Penelitian Pendidikan, hlm. 89.
[5] Muhammad,Metode Penelitian
Bahasa, (Yogyakarta: Az-Zuur media, 2011), hlm. 108.
[6]
John W. Cresswell, Educational Research,,(New Jersey: Person Education,
2008), hlm. 90.
[7]Ari Donald et. Al, Pengantar
Penelitian Dalam Pendidikan, terj, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2004),
hlm. 91.
[8]John W. Cresswell, Educational
Research,,(New Jersey: Person Education, 2008), hlm. 91-93.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar