Rabu, 23 April 2025

makalah-literature review

 



LITERATURE REVIEW

MAKALAH

Disusun guna memenuhi tugas

Mata Kuliah: Metodologi Pendidikan

Dosen Pengampu: Dr. Fatkhurrozi, M. Ag

Disusun oleh :

 

DEWI AZZAHROH

1703038030

PROGRAM PASCASARJANA

MAGISTER MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO

SEMARANG

2018

A.    PENDAHULUAN

Literature review atau tinjauan pustaka adalah istilah yang sering dikerjakan oleh mahasiswa ketika sedang mengerjakan skripsi, tesis atau disertasi. Dosen dan peneliti juga fasih menggunakan istilah ini karena kehidupan akademisi sangat dekat dengan perilaku literature reviewLiterature review atau tinjauan pustaka pasti akan kita lakukan misalnya ketika kita memulai memahami suatu topik penelitian baru, mengikuti trend penelitian baru dan memahami state-of-the-art dari suatu topik penelitian. Sayangnya literature review sering dimaknai sederhana yaitu hanya membaca literatur ilmiah, padahal sebenarnya prosesnya tidak sesederhana itu.

Tinjauan Pustaka (Literature Review) merupakan salah satu bab yang hampir selalu ditemukan dalam proposal penelitian dan laporan penelitian, termasuk skripsi, tesis, dan disertasi. Tinjauan Pustaka tidak ditemukan dalam sebuah artikel jurnal ilmiah atau prosiding seminar ilmiah, dan fungsi Tinjauan Pustaka di sini diambil alih oleh bagian Pendahuluan.Di luar negeri, orang sering juga menerbitkan Literature Review sebagai artikel dalam jurnal ilmiah.

Istilah Tinjauan Pustaka diterjemahkan secara langsung dari Literature Review.Namun demikian, bagian ini tidak sekedar meninjau pustaka pada bagian permukaan saja, melainkan jauh 'masuk ke dalam'.Hal itu diperlukan agar kita bisa melihat lebih banyak, bisa melakukan evaluasi dan sintesis dari isi pustaka yang kita gunakan.

Membuat Tinjauan Pustaka yang baik tidaklah mudah dan memerlukan keterampilan dan usaha dari kita.Perlu diketahui bahwa Tinjauan Pustaka bukan hanya sekedar daftar hasil penelitian sebelumnya yang sudah diterbitkan.Lebih dari pada itu, kita harus melakukan evaluasi dan sintesis sehingga sebuah Tinjauan Pustaka yang kita hasilkan memiliki nilai akademik yang tinggi.

Maka dari itu disini pemakalah mencoba untuk menguraikan secara sederhana mengenai pengertian dan pentingnyaliterature review, bagaimanakah perbedaan tinjauan pustaka penelitian kualitatif dan kuantitatif, serta apa saja langkah-langkah dalam melakukan literature review.

B.     PENGERTIAN LITERATURE REVIEW  DAN PENTINGNYA LITERATURE REVIEW 

Literature Review adalah mengelola kajian pustaka setelah semua info yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti diperoleh secara lengkap dan menyeluruh dengan mencatat sumber info sesuai dengan aturan dan tatacara penulisan yang ditetapkan.  Langkah selanjutnya…

Cooper (1988) mendefinisikan, "... a literature review uses as its database reports of primary or original scholarship, and does not report new primary scholarship itself. The primary reports used in the literature may be verbal, but in the vast majority of cases reports are written documents. The types of scholarship may be empirical, theoretical, critical/analytic, or methodological in nature. Second a literature review seeks to describe, summarise, evaluate, clarify and/or integrate the content of primary reports."

Yang pemakalah artikan bahwa Tinjaun pustaka diambil dari kata bahasa Inggris yakni Literature review yaitu, Tinjauan Pustaka merupakan bentuk tulisan terencana dan terperinci, mengenai pandangan tentang suatu penelitian yang telah dilakukan terhadap penelitian lain yang sedang atau akan dilakukan. Umumnya isi dari tinjauan pustaka bersifat kritis terhadap tema yang diangkat.[1]

Kesuma (2007: 36), salah seorang ahli metodologi penelitian menyebutkan bahwa terdapat tiga fungsi dari kajian pustaka, yaitu:

1.      Untuk memastikan pernahnya masalah yang lagi diteliti dilakukan oleh peneliti lain.

2.      Apakah masalah yang diteliti dikaji secara komprehensif, lengkap dan hasilnya memuaskan atau tidak.

3.      Mengungkapkan kekhasan atau perbedaan masalah yang akan diteliti. Berdasarkan uraian ini, penulis berpandangan bahwa kajian pustaka sangat bermanfaat untuk memetakan posisi penilaian yang sedang dilakukan.

Literature Review (Kajian Pustaka) dalam suatu penelitian ilmiah adalah salah  satu  bagian penting dari keseluruhan langkah-langkah metode penelitian.Cooper dalam Creswell mengemukakan bahwa  kajian pustaka memiliki beberapa  tujuan  yakni menginformasikan kepada pembaca hasil-hasil penelitian yang berkaitan erat dengan  penelitian yang dilakukan saat itu, menghubungkan penelitian dengan literature-literatur yang ada dan mengisi celah-celah dalam penelitian-penelitian sebelumnya.[2]           

Menurut Hasibuan, Literatur review berisi uraian tentang teori, temuan dan bahan penelitian lain yang diperoleh dari bahan acuan untuk dijadikan landasan kegiatan penelitian. Uraian dalam literatur review ini diarahkan untuk menyusun kerangka pemikiran yang jelas tentang pemecahan masalah yang sudah diuraikan dalam sebelumnya pada perumusan masalah. Literatur review berisi ulasan, rangkuman, dan pemikiran penulis tentang beberapa sumber pustaka (dapat berupa artikel, buku, slide, informasi dari internet, dan lain-lain) tentang topik yang dibahas, dan biasanya ditempatkan pada bab awal. Hasil-hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti lain dapat juga dimasukkan sebagai pembanding dari hasil penelitian yang akan dicobakan disini. Semua pernyataan dan/atau hasil penelitian yang bukan berasal dari penulis harus disebutkan sumbernya, dan tatacara mengacu sumber pustaka mengikuti kaidah yang ditetapkan. Suatu literatur review yang baik haruslah bersifat relevan, mutakhir (tiga tahun terakhir), dan memadai.[3]

Sejalan dengan fungsi ini, Literature Review bermanfaat untuk: (a) memperdalam pengetahuan ihwal masalah yang diteliti sehingga menguasainya. (b) menegaskan karangka teoritis yang dijadikan landasan atau karangka berfikir terhadap masalah penelitian. (c) mempertajam konsep-konsep yang digunakan sehingga memudahkan perumusan hipotesis-hipotesis, dan (d) menghindarkan terjadinya pengulangan penelitian terhadap masalah yang diteliti.

Literature Review  ini bersifat penting dalam hal penelitian  karena beberapa alasan, yaitu :

1.        Mengidentifikasi kesenjangan di dalam literature.

2.        Menghindari upaya memutar kembali roda penelitian.

3.        Melanjutkan apa yang sudah dilakukan oleh orang lain.

4.        Mengidentifikasi pekerjaan orang lain dalam bidang yang sama.

5.        Meningkatkan  kualitas pengetahuan kita atas subjek yang akan dikaji.

6.        Mengidentifikasi pandangan yang berbeda.

Manfaat Literature Review  menurut Hart (1998)  yaitu  sebagai berikut,:

1.        Membedakan apa yang sudah dilakukan dari apa yang perlu untuk dilakukan .

2.        Menemukan  variable-variabel penting yang relevan dengan topik.

3.        Mensintesis dan mendapat perspektif baru.

4.        Mengidentifikasi hubungan antara ide dan praktik.

5.        Membangun konteks topic/masalah.

6.        Merasionalisasi pentingnya masalah yang akan diteliti.

7.        Memahami struktur-struktur dari subjek.

8.        Mengaitkan ide dan  teori kepada penerapan.

9.        Mengidentifikasi metodologi dan teknik-teknik yang sudah diterapkan.

10.    Menempatkan penelitian dalam konteks historis untuk menunjukkan kemiripan dengan pengembangan  pada hal-hal yang utama.[4]

Sehingga terdapat dua manfaat penting dari Literature review yaitu manfaat epistimologi dan praktik. Manfaat epistimologi terkait dengan pendalaman pengetahuan, penajaman teori, dan konsep yang terkait dengan focus penelitian. Manfaat praktik terkait dengan tidak berulangnya penelitian yang sama.[5]

C.    PERBEDAAN LITERATURE REVIEW  KUALITATIF DAN KUANTITATIF

1) Penelitian Kualitatif

        Dalam penelitian kualitatif, peneliti membacakan literature secara luas di bagian awal. Hal ini memiliki 2 tujuan utama yaitu:

a. Menunjukkan pentingnya masalah-masalah dalam penelitian tersebut.

b. Menyediakan secara rasional tujuan pembelajaran dan hipotesis.

Kebanyakan penulis dalam metode kuantitatif memasukkan Literature ke dalam bagian yang terpisah dan diberi judul “Review of literatures” dan untuk menekankan pentingnya bagian tersebut, penulis juga menambahkan bagian akhir pembelajaran. Kemudian membandingkan hasilnya dengan prediksi atau harapan yang dibuat di awal penelitian.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam  hubungannya dengan penggunaan literature, yaitu:

a.    Literatur yang digunakan harus sesuai dengan asumsi-asumsi metodologis penelitian kualitatif, yaitu harus digunakan secara induktif sehingga tidak mengarahkan permasalahan-permasalahan yang dipecahkan oleh peneliti.

b.    Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bersifat eksploratif bukan penelitian kepustakaan atau penelitian terhadap topic yang telah ditulis oleh orang lain sebelumnya.

c.    Dalam penelitian yang bersifat etnografis, maka literature mengenai konsep dan teori kritis budaya diperkenalkan oleh peneliti di awal rencana studi, namun untuk peneliti teori dasar, studi kasus, dan studi fenomenologi maka penggunaan literature diabaikan atau sedikit digunakan untuk menyusun langkah penelitian.

Dengan mengacu pada 3 hal diatas, maka dapat digunakan 3 alternatif untuk meletakkan literature atau hasil literature dalam laporan penelitian, yaitu:

a)        Literatur digunakan sebagai acuan, landasan teori dalam merumuskan masalah penelitian yang diletakkan di bagian pendahuluan hasil penelitian

b)        Lliteratur ditempatkan pada bab terpisah sebagai suatu review atau analisis literature

c)        Literatur ditempatkan di bagian akhir hasil penelitian dan dijadikan sebagai dasar dan bahan acuan untuk mengkontraskan dan membandingkan temuan penelitian dengan literatur tersebut

Dalam penelitian kualitatif, peneliti menggunakan literature untuk mendukung penemuan. Namun, kebanyakan dalam proyek kualitatif peneliti seringkali mencantumkan literature pada bagian akhir sehingga kontras antara pembanding dengan penemuan utama tidak sama dengan prediksi di dalam penelitian kuantitaif.

Dalam penelitian kualitatif, peneliti tidak membuat prediksi tentang penemuan.Mereka lebih tertarik pada hal pendukung penemuan penelitian atau memodifikasi ide yang sudah ada dan mempraktikkan yang paling bagus di dalam literatur.

2) Penelitian Kuantitatif

        Literature menyediakan tujuan yang sedikit berbeda dengan penelitian  kuantitatif, penulis menjelaskan di awal untuk menunjukkan pentingnya permasalahan dalam penelitian tersebut.Tetapi dalam penelitian tidak membahas literature di awal penelitian.Dalam penelitian kuantitatif literature digunakan secara deduktif sebagai dasar untuk mengemukakan pertanyaan-pertanyaan penelitian atau hipotesis.Literatur digunakan dalam rangka memperkenalkan, menjelaskan, dan membandingkan dengan temuan-temuan penelitian sebelumya dan ditempatkan secara terpisah dalam rencana studi kuantitatif.  Jika hasil literature review secara terpisah digunakan, maka perlu dipertimbangkan apakah literature yang akan dijelaskan sebagai suatu ringkasan yang terintegratif, atau review tertulis, atau review metodologis.

        Dalam mereview literature ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terutama dala, hubungannya dengan jenis literature yang akan direview dan topic-topik yang menjadi prioritas, yaitu: 1) Mulai dengan mereview artikel jurnal yang berhubungan dengan hasil penelitian. Mulai dari artikel hasil penelitian terkini menuju artikel sebelumnya. 2) Lanjutkan dengan mereview buku-buku yang berhubungan dengan topik penelitian, terutama pada bagian ringkasan  (summaries)literatur ilmiah. 3) Review juga makalah-makalah-makalah ilmiah mutakhir yang berhubungan dengan topik  penelitian. 4) Abstrak dari disertasi merupakan suatu sumber penting yang menunjukkan sumber-sumber yang disebutkan sebelumnya.[6]

D.    LANGKAH-LANGKAH MEREVIEW LITERATURE

Berikut ini adalah sintesis dari  langkah-langkah melakukan kajian pustaka menurut Donald Ary dan Creswell sebagai berikut:[7]

1.     Mulailah dengan mengidentifikasi kata kunci topik penelitian untuk mencari materi, referensi, dan bahan pustaka yang terkait.

2.     Membaca abstrak laporan-laporan hasil penelitian yang relevan, bisa didapatkan dari sumber perpustakaan, jurnal, buku, dan  prosiding.

3.     Membuat catatan hasil bacaan dengan cara membuat peta literatur (literature map) urutan dan keterkaitan topik penelitian dan referensi bibliografi secara lengkap.

4.     Membuat ringkasan literatur secara lengkap berdasarkan peta literatur, sesuai dengan urutan dan keterkaitan topik dari setiap variabel penelitian.

5.     Membuat kajian pustaka dengan menyusunnya secara tematis berdasarkan teori-teori dan konsep-konsep penting yang berkaitan dengan topik dan variabel penelitian.

6.     Pada akhir kajian pustaka, kemukakan pandangan umum tentang topik penelitian yang dilakukan berdasarkan literatur yang ada, dan jelaskan orisinalitas dan pentingnya topik penelitian yang akan dilakukan di banding dengan literatur yang sudah ada.

Langkah-langkah di atas dapat digunakan untuk menulis kajian pustaka berbagai jenis metode/pendekatan penelitian. Selain itu juga dapat mempersempit ruang lingkup penelitian  yang di ajukan sehingga rumusan masalah dan langkah penelitian lebih jelas dan dapat dilakukan dengan baik.

Menurut John W. Creswell dalam bukunya Educational Research, langkah-langkah dalam  review literature ada 5, yaitu:[8]

            1. Mengidentifikasi istilah-istilah kunci

        Awali pencarian pustaka dengan  membatasi pokok pembicaraan anda menjadi istilah kunci yang kecil menggunakan satu  atau  dua kata atau  frasa  pendek. Ada sebaiknya memilihnya dengan  hati-hati karena mereka penting pada awal untuk menempatkan pustaka dalam perpustakaan  atau melalui pencarian internet.

            2. Menempatkan kepustakaan

                        Setelah mengidentifikasi istilah-istiilah kunci, sekarang anda dapat memulai mencari pustaka yang  relevan. Anda mungkin tergoda untuk memulai pencarian (penelitian) anda dari computer rumah dengan mengakses situs-situs web dan menjelajah pustaka elektronik yang tersedia dalam  sebuah topic permasalahan. Sekalipun proses ini mungkin cocok, tidak semua pustaka dalam  internet dapat dipertanggungjawabkan. Kadang-kadang orang  memosting artikel-artikel yang tidak sesuai standar resensi-resensi luar. Dengan meningkatnya frekuensi, bagaimanapun dokumen teks-full menjadi tersedia di dalam internet dan kualitasnya tidak diragukan.. --Gunakan  perpustakaan  akademik

                        Untuk mengawali penelitian anda di sebuah perpustakaan akademik dengan secara fisik mencari tumpukan-tumpukan, mereview microfiche, dan mengakses computer database, anda akan  menghemat waktu . meskipun perpustakaan kota kecil ataupun kota besar mungkin member pustaka yang bermanfaat, sebuah perpustakaan akademik secara khas menawarkan koleksi yang paling luas bahan-bahan, khususnya studi penelitian.

                        Saat menggunakan perpustakaan akademik, dua tantangan dihadapi di awal peneliti. Pertama, peneliti  butuh menempatkan bahan suatu tugas yang sering membuat kesulitan karena luas dan kompleksnya sebuah  perpustakaan. Seperti jurnal-jurnal, majalah-majalah (baru maupun lama), dokumentasi Negara, dan indeks-indeks. Untuk membantu melokasikan bahan, anda mungkin menggunakan layanan-layanan surat keterangan pustakawan atau mencari melalui salah satu file perpustakaan menggunakan computer. Yang kedua adalah menanggulangi frustasi yang meningkat ketika pengunjung  perpustakaan yang  lain memeriksa bahan-bahan yang anda butuhkan, membuat mereka tidak dapat digunakan. Yang saat ini terjadi, peneliti-peneliti dapat menggunakan layanan interlibrary (pinjaman buku antar perpustakaan) sebagai cara menyelesaikan kepustakaan. Bagaimanapun proses ini menghabiskan waktu dan juga kesabaran .

-          Gunakan seluruh sumber; utama dan sekunder

                        Resensi pustaka sering  memuat kedua sumber utama dan sumber sekunder (pendukung). Sumber pustaka utama berisi bahan baca yang dilaporkan oleh individu yang benar-benar  mengadakan penelitian atau orang yang menciptakan ide-ide baru. Artikel penelitian diterbitkan oleh jurnal-jurnal pendidikan  merupakan sebuah contoh dalam tipe sumber ini. Sumber pustaka pendukung, bagaimanapun bahan pustaka yang meringkas sumber utama. Ini tidak mempresentasikan bahan-bahan yang diterbitkan oleh peneliti asli atau penggagas ide. Contoh-contoh sumber pustaka pendukung adalah handbook. Ensiklopedi dan jurnal-jurnal tertentu yang meringkas penelitian, seperti “Review of Educational Research ”. Secara khas, anda akan melokasikan kedua sumber ini, tapi ini bagus untuk melaporkan kebanyakan  sumber-sumber utama. Sumber utama menggambarkan bahan baca dalam bagian asli dan mengabarkan sudut pandang penggagas asli. Sumber utama juga menyediakan detail-detail peneliti asli lebih baik ketimbang sumber pendukung. Sumber kedua membantu saat anda memulai tinjauan anda, untuk menjelajahi dan  menentukan susunan bahan-bahan dalam sebuah pokok pembahasan.

-          Carilah  jenis kepustakaan  yang berbeda

                        Gunakan kerangka ini, anda mungkin memulai pencarian  anda dari bawah segitigadengan berkonsultasi ringkasan penelitian yang mengumpulkan angka-angka kajian dalam  topik (informasi sumber kedua). Dari ringkasan-ringkasan luas ini, anda dapat mengerjakan tugas anda ke artikel jurnal (sumber utama) dan dengan cepat pustaka baca ditemukan. Banyak peneliti pemula mengawali dengan ringkasan merupakan  ide bagus karena ringkasan  memberikan gambaran ikhtisar pokok bahasan pada level-level awal pembahasan. Ringkasan  juga mempunyai “kehidupan” dari tingkat ide pertama dan  telah melalui tinjauan dalam kualitas. Adapun klasifikasi sumber  literature review sbb:

High standards  ensure quality       Early   Stage Material 

                                                                                                                                              Indexed Publications

                                                            Journal Articles

                                                            Books                                                                                                                      Summaries                                           Ideas appear 10+ after initiation

     3. Evaluasi kritis dan memilih literature

                        Kamu harus memisahkan mana sumber yang bagus untuk digunakan dan apakah itu relevan dengan penelitian.  Relevan memiliki beberapa dimensi, dan kamu  harus mengikuti kriteria berikut ketika memilih literature untuk review.

-          Topik yang relevan

-          Individual dan situs yang relevan

-          Masalah dan pertanyaan yang relevan

-          Kemampuan mengakses yang relevan pula

             4. Mengatur/ menata Literatur

Proses ini terdiri dari mengkopi, dan mengisi literature. Kamu harus memilih antara abstrak atau  mengambil catatan pada literature dan mengembangkan sebuah diagram visualnya.

                -fotokopi, download, da nisi

                - mengambil catatan dari abstrak-abstrak penelitian

                - mengkontruksi sebuah peta literatur

             5. Menuliskan  sebuah  literature review           .

        Menuliskan sebuah literature adalah melaporkan kesimpulan-kesimpulan  literature untukinklusi dalam laporan penelitianmu. Kita harus menggunakan gaya manual. Gaya manual menyediakan sebuah struktur untuk kota referensi, label dan heading, tabel yang membangun, dan figure-figur untuk sebuah laporan penelitian ilmiah.

E.     KESIMPULAN

Literature review adalah uraian tentang teori, temuan, dan bahan penelitian lainnya yang diperoleh dari bahan acuan untuk dijadikan landasan kegiatan penelitian untuk menyusun kerangka pemikiran yang jelas dari perumusan masalah yang ingin diteliti. Di sumber yang lain mengatakan, literature review adalah analisa berupa kritik (membangun maupun menjatuhkan) dari penelitian yang sedang dilakukan terhadap topik khusus atau pertanyaan terhadap suatu bagian dari keilmuan. Literature review merupakan cerita ilmiah terhadap suatu permasalahan tertentu.

Literature review tidak hanya membantu memverifikasi masalah-masalah penelitian, tetapi juga membantu merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, dan penyusunan instrument penilitian.

Langkah-langkah penting dalam melakukan kajian pustaka adalah mengidentifikasi kata kunci topik penelitian untuk mencari literatur yang berkaitan seperti jurnal, buku-buku, dan penelitian lain yang relevan dengan penelitian yang akan di lakukan. Selanjutnya membuat peta literatur yang mencerminkan keterkaitan teori-teori dan konsep-konsep, kemudian mencatat bibliografi sumber literatur secara lengkap, setelah itu membuat kajian pustaka dengan mendeskripsikan literatur yang ada dalam sebuah tulisan  yang  sesuai dengan  kaidah penulisan ilmiah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

F.      PENUTUP

Demikianlah makalah yang telah penulis susun. Penulis menyadari  bahwa makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan karena keterbatasan dan kekurangan baik dalam penulisan, pemahaman, dan sumber rujukan.Tiada gading yang tak retak, tiada manusia yang sempurna.Oleh sebab itu penulis sangat mengharapkan kritik serta saran yang membangun untuk dapat merevisi makalah penulis selanjutnya.Semoga makalah ini bermanfaat bagi semua. Aamiin

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Ari Donald et. Al, Pengantar Penelitian Dalam Pendidikan, terj, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2004

Cooper, H. M. (1988) 'The structure of knowledge synthesis' Knowledge in Society, vol. 1,

Creswell, John, W., Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches, 3th, ,terj. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010.

Hasibuan, Zainal A. Metodologi Penelitian Pada Bidang Ilmu Komputer Dan Teknologi Informasi:Konsep, Teknik, Dan Aplikasi,Jakarta: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, . 2007

John W. Cresswell, Educational Research,,New Jersey: Person Education, 2008

Muhammad, Metode Penelitian Bahasa,  Yogyakarta: Az-Zuur media, 2011

 

 



[1]Cooper, H. M. (1988) 'The structure of knowledge synthesis' Knowledge in Society, vol. 1, hlm.104-126.

[2]Creswell, John, W., Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches, 3th, ,terj. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010), hlm. 40.

[3]Hasibuan, Zainal A. Metodologi Penelitian Pada Bidang Ilmu Komputer Dan Teknologi Informasi:Konsep, Teknik, Dan Aplikasi, (Jakarta: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia,. 2007), hlm. 101.

[4] Tatang Ary Gumanti, dkk, Metode Penelitian Pendidikan, hlm. 89.

[5] Muhammad,Metode Penelitian Bahasa, (Yogyakarta: Az-Zuur media, 2011), hlm. 108.

[6] John W. Cresswell, Educational Research,,(New Jersey: Person Education, 2008), hlm. 90.           

[7]Ari Donald et. Al, Pengantar Penelitian Dalam Pendidikan, terj, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2004), hlm. 91.

[8]John W. Cresswell, Educational Research,,(New Jersey: Person Education, 2008), hlm. 91-93.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

selasa membara 7 april 2026

 allahumma yaa kaafiyal balaa', ikfinal balaa' qobla nuzuulihi minassamaa'. ya allah y Allah ya Allah . dapat buku dan kaos give...