Minggu, 25 Mei 2025

isi diary

 #Penulis yang baik tidak akan mampu menghindar dari kegiatan membaca (Hasan Tarowan)

#Belum kembang sudah layu

#mau tertawa takut dosa, tidak tertawa lalu darimana aku dapatkan sumber  bahagia?

catatan seseorang

 kamis, 28 september 2018

saya akan merasakan...menjalaninya tapi tidak sendiri. :)

kehilangan orang memang hal yang paling menyedihkan. terkadang kita akan merasa kangen banget sama orang yang meninggalkan kita. tapi...waktu tidak akan pernah kembali. karena pada dasarnya waktu akan selalu berjalan maju dan tidak akan pernah mundur. oleh karena itu yang perlu kita lakukan adalah memperbaiki semua kesalahan pada masa lalu dan melakukan yang terbaik untuk masa yang akan datang. 

terlalu banyak hal Abah....

tapi semua itu yang menjadikan ana semakin mengerti , faham untuk hal ini.

tapi semua itu yang membuat ana mentaati orang yang lebih dewasa. terima kasih banyak untuk semua waktu yang Abah hadirkan dalam hari-hari ini. Abah ana tahu belum bisangasih yang terbaik untuk Abah sampai akhirnya Abah menginginkan itu. Minta Ridhomu bah. bismillahirrohmanirrohim saya bisa.

MATERI PELATIHAN PENULISAN NON FIKSI

Akhir bulan ini, aku diajak kawan pena asal madiun untuk mengikuti pelatihan menulis sekaligusa nanti tulisan kita akan dibukukan. dengan fasilitas e-sertifikat bagi mereka yang mau mengirim tugas berupa artikel tentang perkembangan wisata di sekitar. awalnya aku kira ini hanya pelatihan biasa namun ternyta aku harus menulis dan mengirim kepada panitia? semoga saja aku mampu, di saat aku juga mengikuti pelatihan nulis 30 hari dari Edwrite Academy. berikut materi dari narasumber yang belum aku kenal, tapi kata kawan penaku beliau ada pimpinan redaksi yang baik. MATERI DARI BABAD BUMI

Jumat, 23 Mei 2025

pelajaran dari perjalanan

 pagi siang sore malam

semua memberikanku pelajaran

rumah-jalanan-rumah

semua menyimpan hikmah


satu demi satu ku ambil

agar bisa ikut andil

menggigil

terpanggil


kadang iba

tapi tak berdaya

kadang malu

tak mampu bantu

Judul-judul KTI dalam rangka Hari Santri

 beberapa tahun yang lalu Ponpes darul muqorrobin dipercaya menjadi tuan rumah lomba Karya Tulis Ilmiah dalam rangka hari santri nasional. berikut data 10 besar lomba karya tulis ilmiah yang bertemu untuk berkompetisi dan presentasi:(nama ketua tim-asal pondok-tema KTI)

1. Do'a eltazkia intsi-miftahul huda,peron limbangan-gagasan santri milenial dalam membangun kendal handal

2. Farid fuadu-PP. manbaul hikmah klw-optimalisasi peran pesantren dalam pembangunan kota kendal

3. Intris Nailul Muna-PP. manbaul Hikmah klw-Gagasan santri milenial dalam membangun Kendal handal

4. Nuril Asyiqol Jannah-PP. darul muqorrobin-mutiara demokrasi di pesantren.

5. khoirul ibtiha-pp. an nur tegorejo-gagasan santri milenial dalam membangun kendal handal

6. Rina nur widyaningsih-pp. nurul quran sukolilan ptb-gagasan santri milenial dalam membangun kendal handal

7. siti rohimatul maemunah-pp al amin galih gemuh-mutiara demokrasi di pesantren.

8. rahma ayu balqis-pp. darul amanah ngadiwarno sukorejo-pesantren sebagai attitude building curriculum.

9.faiq aufan nuha- pp darul amanah ngadiwerno sukorejo-gagasan santru milenial dalam membangun kendal handal

10. isna rahmatika- ma'had al aqwam MAN kendal-pesantren sebagai attitude building curriculum.

PUISI "GURU"

 GURU

 Karya:MuhammadRaditAditya Gurukaupahlawantanpatandajasa MengabdiuntukNegara Membagiilmuuntukkami Denganpenuhkesabaran 

Wahaiguruku Engkaulahcahayapelita Penerangdidalamkegelapan Kaulahpahlawantanpatandajasa Yangtakmengharapkanbalasjasa 

Kaumengajarikusemua Ketertiban,kesopanan,sertatanggungjawab Berkatusahamumendidikku Akusanggupmengetahui Apayangsebelumnyatakkuketahui 

Terimakasihguruku Atassemuausahamu Takakankulupakansemuajasamu Engkaulahcahayapelitaku Gurukupahlawanku 

Namaku Radit. Aku duduk di kelas 9 SMP Darul Muqorrobin. Rumahku di Singorojo-Kendal. 


Lomba menulis surat tentang jodoh

 KAPANKAH DIA DATANG?

Ya Robb Yang Maha Cinta. Pembolak-balik hati makhlukNya. Terima kasih Kau telah kuatkan hati ini saat melihat saudara dan  saudariku melepas masa lajangnya. Membuka lembaran baru hidup bersama separuh jiwa mereka. menjadi raja dan ratu sehari dengan bahagia dan haru biru tiada tara. Memiliki hubungan halal di mata agama dan Negara.

Ya Robb Yang Maha Tahu  tanpa diberitahu. Engkau  pasti  tahu  kalau kala itu hamba galau. Memikirkan  siapakah  gerangan  yang akan jadi pendamping hidupku. Menjadi imamku  menuju  surgaMu. Yang  menjadi kepala keluargaku. Penyemangat hidup dan kawan seumur hidup.

Dulu aku sering bertanya, kapankah ia akan datang?. Orang yang akan memberiku sejuta kasih sayang. Membuat anganku melayang-layang. Menggambarkan sosok sang calon dalam semunya bayang-bayang. Dan kadang pertanyaan orang sekitarku  membuatku meradang. Tapi aku selalu menghibur diri dengan kata-kata dari hati, ‘jodohmu lagi otewe sayang..’

Kini jodohku  yang otewe sudah sampai. Mengetuk pintu hati .Mengajak diri ini ke sebuah tempat untuk menyatukan dua pribadi. Membuat hati menangis. Karena harus berpisah dengan orangtua yang merawatku  sedari dini. Kasih sayang mereka tiada terganti. Lalu beliau (suami) mendekati. Membuatku mengukirkan sebuah senyuman kembali. Membuat warna di tiap hari-hari yang kujalani. Beliau menutupi segala kekurangan yang kumiliki. Beliau juga membuat ku sempurna menjadi seorang istri. Terima kasih Allah, segala puji bagiMu pemilik seluruh alam, langit dan bumi.











contoh surat orisinalitas karya lomba menulis surat

 LEMBAR PERNYATAAN ORISINALITAS


Yang bertanda tangan di bawah ini :


Nama : Dewi Azzahroh, S. Pd. I

Judul Naskah : Kapankah Dia Datang

Nama Instansi / sekolah :  MA Darul Muqorrobin

Alamat : Jl. Kyai Tulus no 99 Sijeruk Kendal

No.Telp : 0896700*****

Email :................................


Dengan ini menyatakan bahwa naskah surat dengan judul “kapankah dia datang” yang saya ikut sertakan dalam Lomba menulis surat bertemakan “Ya Tuhan Apakah Jodohku lagi OTW” ini tidak mengandung unsur penipuan, bukan merupakan plagiat atau saduran dari karya tulis orang lain serta belum pernah menjuarai kompetisi serupa. Apabila dikemudian hari pernyataan ini tidak benar, maka saya bersedia menerima sanksi yang ditetapkan oleh panitia berupa dikenai hukum pidana yang berlaku dan diskualifikasi dari kompetisi. Demikian surat ini dibuat dengan sebenar-benarnya tanpa ada unsur paksaan dari pihak manapun untuk digunakan sebagaimana mestinya.











contoh CV mendaftar menjadi PJ event menulis

 CURICULUM VITAE

  1. Biodata Pribadi

  1. Nama

: Dewi Azzahroh, S. Pd. I

H:\4x6=4.jpg

  1. Jenis Kelamin

: Perempuan

  1. Tempat, Tanggal Lahir

: ………………………

  1. Kebangsaan

: Indonesia

  1. Status

: Menikah

  1. Tinggi, Berat Badan

: 155 cm, 55 kg

  1. Agama

: Islam

  1. Alamat

: …………..

  1. No HP

: ……..

  1. Email

: ………


  1. Riwayat Kepenulisan

  1. MA

: Diary, Puisi, Cerpen, kata-kata mutiara/quotes

  1. Perguruan Tinggi

:  cerpen “mak inang dan inung” dalam rangka hari pendidikan tahun 2012.


mencari, mengshare info, menulis, dan mengirim karya puisi/ cerpen untuk lomba menulis online gratis


  1. Prestasi 

  1. Cerpen judul Dona dan puisi dengan judul sepucuk doa untuk adik tercinta dimuat di majalah sekolah Al Mjaddid

  2. Cerpen dimuat dalam buku terbitan anlitera id #nulis bareng6

  3. Puisi dimuat buku dengan tema juang guru, antara kopi dan buku, cinta pertama, dan September oleh penerbit yang berbeda.

puisi murid masuk buku

 ANTARA KOPI DAN BUKU

Oleh: Sahrul Falah

Jika aku rasakan

Engkau bermanfaat untuk semua

Untuk membuka wawasan

Dan untuk menghilangkan kebodohan

Oh Buku

Kau termasuk benda hebat

Bisa memnuat manusia pintar karenamu

Membantu manusia mencatat ilmu-ilmu

Yang penting di dalam lembaran-lembaranmu

Jika kau hidup seperti manusia

Aku akan berterimakasih banyak padamu

Karena bisa membuatku rajin olehmu

Dan yang satu ini

Dia berwarna hitam

Manis rasanya

Seperti madu yang dihisap oleh lebah

Tetapi kita tidak akan pernah senada

Meskipun hanya di dalam gelas

Manusia banyak yang menyukaimu

Pergi jauh hanya ingin bertemu denganmu

Untuk menikmati manisnya rasamu

Jadi dengan begitu...

Aku bingung harus pilih apa?

Antara kopi dan buku

Keduanya sangat mempengaruhi hidupku

Menemani setiap malamku

Setelah orang-orang terbawa mimpi

Ketika keduanya tak ada

Aku bagaikan daun yang dimakan ulat

Karena tidak ada yang mengisi hidupku

Kecuali dengan adanya kopi dan buku 
















Namaku Sahrul Falah. Kebanyakan orang memanggilku Falah. Aku duduk di kelas 9 SMP Darul Muqorrobin. Aku tinggal di pesantren Darul Muqorrobin yang beralamat di Jl. Kyai tulus no 99 Sijeruk Kendal. Di pondok tidak boleh membawa hp. Orang-orang yang ingin menemuiku atau sangat mempunyai kepentingan denganku menghubungiku melalui no hp ustadzah. 089670048802 itulah no beliau


lomba menulis surat online nasional 'untuk orang-orang yang menyayangiku

 UNTUK ORANG-ORANG YANG MENYAYANGIKU

Seringkali  terbesit  bayangan kala malaikat maut menjemputku. Yang ku takuti adalah meninggalkan dunia ini diantara penuh sesak jalan pantura dan lalu lalangnya yang sungguh mengerikan. Ditambah lubang-lubang menganga tersebar. Sebelum datang ajalku, aku ingin berpesan kepada semua yang menyayangiku.

  1. Break your limit. Jadikan kekurangan kita sebagai sebuah kelebihan. Sulaplah hal itu menjadi sesuatu yang istimewa dan sedap dipandang mata.

  2. Wasiat dari Babah Yaiku bahwa 3 kunci kesuksesan adalah prioritas, manajemen waktu, dan taqorrub ilallah.

  3. Be your self. Kun anta. Jangan tengok celoteh kanan dan kirimu. Selama itu baik untukmu dan sekitar maka lakukanlah. Ini sejalan dengan prinsip hidupku yaitu berjuanglah kamu atas hal-hal yang bermanfaat bagimu, memohon pertolonganlah kepada Allah dan jangan lemah. Pokoknya dadio awakmu dhewe.

  4. Bahagiakan orangtua, gapai cita, hati terasa lega, meninggal tak memikirkan apa-apa.

  5. Bermanfaatlah untuk sesame. Sebagaimana telah diajarkan sang uswah kita. Termaktub pula dalam pedoman hidup kita.

  6. Man jadda wajada, man shobaro dhufiro, man saaro ‘ala ad darbi washola.

  7. Belajarlah dan terus belajar. Kita semua sudah tahu dan mengerti betul bahwa belajar itu wajib. Belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu. Belajar di waktu dewasa bagai mengukir di atas air.

  8. Jaga seluruh indera kalian. Hindari dosa baik kecil maupun besar. Ingat ! Allah tidak pernah tidur. Tak seperti diriku yang terkadang melantur.

  9. Sabar dalam melakukan kebaikan dan berusaha untuk istiqomah/ mudawamah dalam melakukannya.

  10. Mohon maaf atas segala salah, dosa, dan tipu daya saya. Jika aku pernah menggores luka di hati kalian, maafkan diri ini. Terima kasih banyak. Jutaan terima kasih saya sampaikan karena kalian telah menjadi actor-aktor kehidupan yang terlibat dalam scenario hidup saya garapan Tuhan yang Esa, Allah SWT.









Contoh menulis surat untuk masa depan

 MY BRIGHT FUTURE

Selamat sore masa depan bersinar terang! Dalam suasana kelas pasca yang sepi ditinggal pergi penghuninya, aku menekan tombol-tombol keyboard satu-satu. Kutuliskan yang ingin ku sampaikan padamu, masa depanku yang aku sendiri tak tahu pasti jadi apa nanti. 

Sepuluh tahun setelah hari keberuntungan ini terlewati, aku berharap kamu bisa hamparkan tanah luas untukku membangun sebuah lembaga pendidikan. Entah itu untuk anak-anak tak berdosa, penjara suci, tempat rehabilitasi, atau sekolah yang diisi penuh dengan bangku dan meja sederhana. Cita-citaku semenjak lulus dari program Sarjana adalah mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dua puluh tahun setelah hari ini, aku berhasrat menikmati manisnya hidup setelah mencicipi asam manis dan asin garam kehidupan. Setelah aku mencolek sambal pedas celoteh manusia-manusia dengki dan pahitnya dihina atas mimpi-mimpiku yang sedikit aneh bin nyleneh.. Aku bermimpi tersenyum bangga dan berbahagia melihat seluruh atau sebagian besar anak didikku sukses dan berkarir serta berprestasi.

Tiga puluh tahun dari sekarang, pasti akan tergambar garis-garis kerutan di seluruh wajahku. Semua kulit sawo matangku menjadi tak kencang lagi. Ketika masa itu tiba, aku ingin kamu memperlihatkan padaku balas budi buah hatiku atas semua yang kuberi, meskipun sebenarnya kasih Ibu tak harap balas budi. Cinta ibu sepanjang masa. Namun aku ingin memilikinya. Buah-buah hati yang peka dan tahu diri. Mereka yang mengerti arti pengorbanan dan perjuangan orangtua demi anak-anak.

Semoga Yang Maha Kuasa mengabulkan barisan doa-doaku. Semoga kesuksesan segera menghampiriku. Artis/ penulis/ kepala sekolah/ pengasuh pondok/ pemilik sebuah lembaga yang berorientasi kesejahteraan umat.






Kamis, 22 Mei 2025

SMJ (saporanah malem jum'at)

kebiasan di pondok saya kira baik seluruhnya. mulai dari bangun sebelum subuh, dipaksa sholat qiyamul lail dan seterusnya dan seterusnya. termasuk di pondok Al Ihsan ini ada kebiaasaan/adat yang diberi nama SMJ. Saporanah malam jumat. jadi di setiap malam jumat sesudah mengikuti kegiatan maulud akbar, seluruh santri/santriwati diminta untuk bermushafahah. semunya nanti akan saling bersalaman dengan cara yang sudah biasa mereka lakukan. tidak boleh ada yang terlewat. semua saling bersalaman tanda saling memaafkan.

kebiasaan baik ini seyogyanya kita lestarikan. baik ketika masih menjadi santri di ponpes maupun sudah terjun ke masyarakat. apa susahnya kan minta maaf?

Contoh Review Jurnal

 Review Jurnal: Kepemimpinan dan Organisasi

Judul

ANALISIS PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KEPUASAN KERJA, KOMITMEN ORGANISASI DAN KINERJA KARYAWAN (STUDI EMPIRIS PADA DEPARTEMEN AGAMA KABUPATEN KENDAL DAN DEPARTEMEN AGAMA KOTA SEMARANG)

Jurnal

Jurnal Manajemen dan Organisasi Universitas Diponegoro Semarang

Volume dan  Halaman

Volume 3, Nomor 2, Juli, Tahun 2006, Halaman 77

Tahun

2006

Sumber

http://ejournal.undip.ac.id/index.php/smo

Penulis

Susilo Toto Raharjo dan Durotun Nafisah

Almamater Penulis

Universitas Diponegoro

Reviewer

Dewi Azzahroh

Hari/Tanggal

Rabu, 26 November 2018


Tujuan Penelitian

  1. Mengetahui perbedaan tingkat pengaruh di DEPAG Kendal dan DEPAG Semarang

  2. Menguji perbedaan dua atau lebih proporsi sampel

  3. Menentukan besar pengaruh gaya kepemimpinan dengan kepuasan kerja, komitmen organisasi dan kinerja karyawan di DEPAG Kendal dan DEPAG Semarang.

Subjek Penelitian

Kepala Depag Semarang, Kepala Depag Kendal, Karyawan Depag 

Semarang, Karyawan Depag Kendal

Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini penelitian kualitatif-kuantitatif. Menggunakan quesioner yang disebar 112 untuk Depag Semarang dan 52 untuk Depag Kendal. Lalu menggunakann teknik analisis berupa teknik  resesi berganda, uji beda.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kemajuan dan keberhasilan organisasi

  • Pemimpin

  • Karyawan

  • Sikap dan sifat anggota organisasi berupa kerja keras, kreatif, inovatif, loyal, disiplin, jujur dan bertanggung jawab

  • Motivasi

  • Lingkungan

  • Komunikasi

Gaya-gaya Kepemimpinan

  • Partisipatif

  • Direktif

  • Supportif

  • Pengasuh

Hasil Penelitian

Gaya kepemimpinan pada Depag Kendal dan Semarang adalah gaya pengasuh. Hal ini dikarenakan pada instansi Depag masih bersifat plural, masih menonjolkan satu golongan yang mana ajaran keagamaannya masih sangat kental. Pemimpin dianggap sebagai guru, pembimbing, yang akan selalu membimbing dan mengarahkan bawahan, dan memberikan bantuan sekalipun bukan masalah pekerjaan.

Gaya supportif berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja. Hal ini mengandung pengertian bahwa kepuasan dapat ditingkatkan apabila gaya supportif terus ditingkatkan.

Kelebihan Penelitian

  • Dalam pendahuluan, penulis memiliki banyak alasan kuat untuk melakukan penelitian

  • Di Telaah Pustaka, penulis selalu menampilkan lebih dari dua pendapat pakar dalam penelitian sebelumnya. 

Kelemahan Penelitian

Penelitiannya menggunakan metode kualitatif. Metode kualitatif membutuhkan pendapat-pendapat dari kesimpulan yang dihasilkan. Terkadang kesimpulannya akan dipertanyakan. Teknik pengumpulan sample nya tidak disebutkan, waktu penelitian tidak disebutkan. Hasil / besar pengaruhnya tidak dituliskan dalam implikasi. Dalam kesimpulan, uji beda dan uji Chi kuadrat tidak dijelaskan alasannya mengapa Ho diterima/ditolak.



















ANALISIS PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KEPUASAN KERJA, KOMITMEN ORGANISASI DAN KINERJA KARYAWAN (STUDI EMPIRIS PADA DEPARTEMEN AGAMA KABUPATEN KENDAL DAN DEPARTEMEN AGAMA KOTA SEMARANG)

Susilo Toto Raharjo, Durrotun Nafisah

Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro

Jl. Prof. Soedharto SH Tembalang, Semarang 50239, Phone: +622476486851

ABSTRACT


Path Goal theory explained about leader behavior by directive style, suportif style, partisipative style, maintenance style, and achievement style whice influence a wish. In order to influence low worker, by using one of four style, a leader must effore to influence perception and can give motivation to them about his duty clarity, attainment of target, job satisfaction and the effectively time.


A leader take charge of to execute duty and also the such responsibility claimed [by] the existence of a leader recognizing as a whole the organizational member so that can grow harmonious same job among organizational component, here role of leader become of vital importance in efficacy of organization which leading of in the case of directive, supportif, partisipative and orient achievement for the job satisfaction, organizational commitmen and performance his subordinate.


This research it all was done in Department Agama of Sub-Province of Kendal and Town Semarang, and it was taken example from staff office department agama of sub-province of Kendal and town Semarang. The technich which was used for research is giving 43 quesioner for depag Kendal and 90 depag Semarang, for measuringthese questions by scala likert. The file for getting this research is helped by SPSS ( Statistical of Program of for Social Science) 7.5 for Windows.


Analyse data is done by validity exam and reliabilitas exam by using Cronbach'S Alpha technic, correlation exam with “product moment technich” and regresi linear exam. It consisted of R² exam, F and t exam. The analysis which was used is Chi-Square analysie to look for some differences between depag Kendal and Semarang, and double regresi analyse influence of leadership style to job satisfaction, organizational commitmen, and the employees performance.


The result of this research indicate that the five factors of leadership style : partisipative style, orient achievement style, directive style, supportif style, and maintenance style are have an effect on positively and signifikan to job satisfaction, organizational commitmen, and the employees performance. From this research results hope able to mange and consider the five variables as measure for developing job satisfaction, organizational commitmen and the employees performance.


High and low of job satisfaction, organizational commitmen and the employees performance which was detaile from this research can be distinguished from an influential leader, even it was believed that make a satisfield, commitmen, and the performance is not easy something and dependent, about a leadership generally tell about satisfaction, commitmen and officer performance can be followed from the leader, so one of superior leadership style. Is believed very suitable and determine job satisfaction, organizational commitmen and the employees performance from every organization


Keyword : Leadership Style, Job Satisfaction, Organizational Commitmen, Employees     Performance.

PENDAHULUAN

Sumber Daya Manusia merupakan faktor yang sangat penting dalam sebuah organisasi baik organisasi dalam skala besar maupun kecil. Dalam organisasi berskala besar, sumber daya manusia dipandang sebagai unsur yang sangat menentukan dalam proses pengembangan usaha peran sumber daya manusia menjadi semakin penting (Tadjudin, 1995). Perkembangan dunia usaha akan terealisasi apabila ditunjang oleh sumber daya manusia yang berkualitas.

Kepemimpinan merupakan salah satu isu dalam manajemen yang masih cukup menarik untuk diperbincangkan hingga dewasa ini. Media massa, baik elektronik maupun cetak, seringkali menampilkan opini dan pembicaraan yang membahas seputar kepemimpinan. Peran kepemimpinan yang sangat strategis dan penting bagi pencapaian misi, visi dan tujuan suatu organisasi, merupakan salah satu motif yang mendorong manusia untuk selalu menyelidiki seluk-beluk yang terkait dengan kepemimpinan.


Kualitas dari pemimpin seringkali dianggap sebagai faktor terpenting dalam keberhasilan atau kegagalan organisasi (Bass, 1990, dalam Menon, 2002) demikian juga keberhasilan atau kegagalan suatu organisasi baik yang berorientasi bisnis maupun publik, biasanya dipersepsikan sebagai keberhasilan atau kegagalan pemimpin. Begitu pentingnya peran pemimpin sehingga isu mengenai pemimpin menjadi fokus yang menarik perhatian para peneliti bidang perilaku keorganisasian. Schein (1992), Nahavandi&Malekzadeh (1993), dan Kouzes&Posner (1987;1993) menyatakan pemimpin mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap keberhasilan organisasi. Pemimpin memegang peran kunci dalam memformulasikan dan mengimplementasikan strategi organisasi. (dalam Su’ud, 2000) Komitmen dalam organisasi akan membuat pekerja memberikan yang terbaik kepada organisasi dimana ia bekerja. Van Scooter (2000) menyatakan bahwa pekerja dengan komitmen yang tinggi akan lebih berorientasi kerja. Bahkan disebutkan pula bahwa pekerja yang memiliki komitmen terhadap organisasi yang tinggi akan cenderung senang membantu, dapat bekerja sama. Dalam penelitian tentang komitmen pekerja pada organisasi berasal dari persepsi pekerja atas komitmen dan dukungan perusahaan terhadap pekerja (Eisenberger et al, 1990).

Kesesuaian antara gaya kepemimpinan, norma-norma dan kultur organisasi dipandang sebagai suatu prasyarat kunci untuk kesuksesan prestasi tujuan organisasi (Yulk&Van Fleet, 1992). Walaupun dalam kaitannya dengan teori kepemimpinan di Amerika utara terbatas dari negara-negara lain (Kuchinke, 1999). Pada waktu yang sama, berkonsultasi, pengembangan organisasi intervensi, dan pelatihan yang diselenggarakan oleh U.S. asal negara para eksekutip, semua tergantung pada dasar teori kepemimpinan di U.S. sampai memperhatikan perbedaan kecil dalam pemahaman gaya kepemimpinan atau perbedaan pemahaman kepemimpinan yang dibangun dalam negara-negara. Beberapa penulis sudahkah menunjukkan bahwa usaha ini untuk menerapkan konsep HRD dan metoda barat yang secara langsung pada negara-negara lain tanpa menyesuaikan perbedaan budaya (Jaeger, 1984; Wigglesworth, 1987 dalam Ardichvili, 2001).

Kepuasan kerja adalah suatu teori atau konsep praktis yang sangat penting, Karena merupakan dampak atau hasil dari keefektivan performance dan kesuksesan dalam bekerja. Kepuasan kerja yang rendah pada organisasi adalah rangkaian dari menurunnya pelaksanaan tugas, meningkatnya absensi, dan penurunan moral organisasi (Mathieu&Hamel, 1889). Sedangkan pada tingkat individu, ketidak puasan kerja , berkaitan dengan keinginan yang besar untuk keluar dari kerja, meningkatnya stress kerja, dan munculnya berbagai masalah psikologis dan fisik.


Kinerja karyawan mengacu pada prestasi kerja karyawan diukur berdasarkan standard atau criteria yang telah ditetapkan perusahaan. Pengelolaan untuk mencapai kinerja karyawan yang sangat tinggi terutama untuk meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan. Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan meliputi strategi organisasi, (nilai tujuan jangka pendek dan jangka panjang, budaya organisasi dan kondisi ekonomi) dan atribut individual antara lain kemampuan dan ketrampilan. Kinerja bias meningkatkan kepuasan para karyawan dalam organisasi dengan kinerja tinggi daripada organisasi dengan kinerja rendah (Ostroff, 1992).

Menurut Fuad Mas’ud (1998) dalam diagnosis pengembangan organisasi berpendapat bahwa kemajuan dan keberhasilan organisasi sangat tergantung pada para karyawan. Sejauh mana karyawan tersebut mampu dan mau bekerja keras, kreatif, inovatif, loyal, disiplin, jujur dan bertanggung jawab akan menentukan prestasi organisasi. Oleh karena itu untuk mengetahui sejauhmana para karyawan bekerja, pimpinan organisasi perlu mengetahui bagaimana sikap dan perilaku karyawannya. Sikap akan mencerminkan perilaku seseorang. Namun untuk mengetahui bagaimana sikap seseorang tidak mudah, karena sikap dipengaruhi oleh banyak faktor seperti persepsi, motivasi, lingkungan dan lainnya.


Menurut Covey (1992), akar kebanyakan masalah komunikasi adalah masalah persepsi. Tidak seorangpun dari kita melihat dunia seperti apa adanya, namun sebagaimana kerangka referensi kita atas “peta”, membatasi wilayah. Dan persepsi hasil mempengaruhi perasaan, keyakinan, dan perilaku kita. (dalam Su’ud, 2000). Apabila persepsi terhadap seseorang menunjukkan sebagai pemimpin yang layak dipercaya, memenuhi kriteria pemimpin yang mampu. Oleh karena itu, pemimpin harus mempunyai kemampuan. Tanpa kemampuan, orang tidak akan mau mendengarkannya. Karena pemimpin harus dapat menggugah respek orang lain.


  1. Paul R. Lawrence dan Jay W. Lorch (dalam Alimuddin, 2002) telah mengemukakan empat tipe perbedaan dalam sikap dan cara kerja di antara bermacam-macam individu dan departemen-departemen dalam organisasi yang mempersulit tugas pengkoordinasian bagian-bagian organisasi secara efektif yaitu: Perbedaan dalam orientasi terhadap tujuan tertentu. Para anggota dari


departemen yang berbeda mengembangkan pandangan mereka sendiri tentang bagaimana cara mencapai kepentingan organisasi yang baik.


  1. Perbedaan dalam orientasi waktu. Manajer produksi akan lebih memperhatikan masalah-masalah yang harus dipecahkan segera dalam periode waktu pendek. Bagian penelitian dan pengembangan lebih terlibat dengan masalah-masalah jangka panjang.


  1. Perbedaan  dalam  orientasi  antar


pribadi. Kegiatan produksi

memerlukan komunikasi dan

pembuatan keputusan yang cepat agar prosesnya lancar, sedang bagian penelitian dan pengembangan mungkin dapat lebih santai dan setiap orang dapat mengemukakan pendapat serta berdiskusi satu dengan yang lain.


  1. Perbedaan dalam formalitas struktur. Setiap tipe satuan dalam organisasi mungkin mempunyai metoda-metoda dan standar-standar yang berbeda untuk mengevaluasi program terhadap tujuan dan untuk balas jasa bagi karyawan.


Keberhasilan atau kegagalan suatu organisasi baik yang berorientasi bisnis maupun publik, biasanya dipersepsikan sebagai keberhasilan atau kegagalan pemimpin. Begitu pentingnya peran pemimpin sehingga isu mengenai pemimpin menjadi fokus yang menarik perhatian para peneliti bidang perilaku keorganisasian. Schein (1992), Nahavandi & Malekzadeh (1993), dan Kouzes & Posner (1987;1993) menyatakan pemimpin mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap keberhasilan organisasi. Pemimpin memegang peran kunci dalam memformulasikan dan mengimplementasikan strategi organisasi. (dalam Su’ud, 2000)

Adanya perbedaan antara Departemen Agama Kabupaten Kendal dengan Departemen Agama Kota Semarang, dilihat dari faktor intern seperti kinerja SDM, jam kerja, kuota haji, absensi karyawan, kegiatan kerja dan juga faktor ekstern seperti ekonomi masyarakat, jumlah penduduk, budaya, dan sosial masyarakatnya. Karena pemimpin merupakan faktor terpenting dalam kemajuan tidaknya suatu organisasi, maka apakah di depag Kendal dan Semarang ada perbedaan juga. Alasan itu yang menarik untuk diteliti lebih lanjut.


TELAAH PUSTAKA


Hubungan Gaya Kepemimpinan terhadap Persepsi Kepemimpinan oleh Karyawan


Menurut Lord & Maher (Nye & Simonetta, 1996, dalam Muh Su’ud, 2000), seseorang menjadi pemimpin karena dipersepsikan pihak lain sebagai pemimpin. Pemimpin adalah obyek persepsi, apakah akan dipersepsi sebagai orang yang kredibel, juga tergantung pada pelaku persepsi (perceiver) dalam menyeleksi, mengorganisasikan, dan menafsirkan informasi yang diterimanya.


Penjelasan yang lebih spesifik tentang gaya kepemimpinan dikemukakan oleh Hersey dan Blanchard (dalam Thoha, 2001), yaitu pola perilaku yang diperlihatkan oleh orang itu pada saat mempengaruhi aktivitas orang lain seperti yang dipersepsikan orang lain. Gaya kepemimpinan yang dimaksudkan dalam pengertian ini merupakan persepsi orang lain, pengikut atau bawahan yang akan dipengaruhi perilakunya dan bukannya persepsi pemimpin itu sendiri.


Segala sesuatu yang dikatakan, dilakukan dan segala perasaan yang ditunjukkan adalah diamati oleh orang lain dan memiliki pengaruh terhadap organisasi. Para pemimpin mewarisi tanggung jawab untuk memberi teladan perilaku yang diinginkan bukan hanya untuk memberi manfaat bagi organisasi, tetapi juga bagi manfaat orang-orang yang mereka bimbing. Di sepanjang sejarah, model-model memiliki pengaruh yang penting terhadap pertumbuhan dan perkembangan manusia. Seperti yang terbukti benar pada seluruh agama dan pemerintahan yang sukses; para pemimpin memodelkan standar, iklim dan ekspektasi bagi organisasi. (Scarnati, 2002).

Dengan demikian, kredibilitas pemimpin mempunyai peranan penting, karena bawahan atau pengikut akan bersedia menerima kepemimpinan seseorang setelah mempunyai persepsi bahwa pemimpin organisasi kredibel, kemudian baru mengikuti langkah-langkah pemimpin dalam mencapai tujuan organisasi.

Persepsi dari para karyawan digunakan untuk mengevaluasi kinerja kepemimpinan dan untuk menunjukkan kelemahan dan area-area perbaikan. Mengingat bahwa karyawan merupakan satu dari publik terpenting sistem organisasi, penelitian yang berlangsung tentang pandangan mereka menyangkut kepemimpinan dianggap sangat penting (Menon, 2002)


   Hubungan Gaya Kepemimpinan terhadap Kepuasan, Komitmen dan Kinerja Karyawan

Seperti yang telah dikemukakan oleh Porter dan Miles (dalam Stoner dan Freeman, 1989) bahwa ada 3 hal yang mempengaruhi kinerja seseorang, yaitu motivasi, kemampuan dan persepsi peran. Timpe (1999) juga menyatakan bahwa yang berpengaruh terhadap kinerja seseorang karyawan adalah perilaku manajemen dan desain jabatan. Jadi kalau seseorang karyawan memiliki persepsi yang positif tentang karir masa depannya yang merupakan salah satu kebijakan dari pihak manajemen, maka ia akan memiliki kinerja yang positif pula.(dalam Rahayu, 2001).

Studi yang dilakukan Redmond et.al (1993), melaporkan bahwa kreativitas pekerja meningkat jika pemimpin menerima dan menunjukkan penghargaan terhadap perbedaan kognitif dan ketidaksesuaian. Demikian juga apabila para pemimpin memiliki dorongan motivasi yang kuat terhadap tugas-tugas kreatif karyawan yang pada akhirnya mempengaruhi kinerja pekerja itu sendiri. (dalam Tierney, et.al, 1999). Untuk mempertimbangkan interaksi antara para pemimpin dan pekerja, kinerja yang tinggi akan menjadi satu kesatuan dalam kontribusi yang tergantung pada kedua belah pihak. (Le Pine, Hollenbeck, Ilgen&Hedlund, 1997 dalam Tierney, et.al, 1999) Menurut Scarnati (2002), bahwa persepsi dan realita bukanlah saling terpisah, karena keduanya terjadi di dalam kerangka keyakinan pribadi. Di benak banyak orang, persepsi adalah realita, jadi jagalah citra sebagai anggota komunitas yang produktif dan terhormat. Lakukan hal ini dan anda tidak akan keliru. Webber, 1991 (dalam Scarnati, 2002) Bekerja bersama-sama tidak hanya memerlukan kemampuan kepemimpinan dasar, tetapi juga pemahaman fundamental mengenai sikap dimana perilaku pemimpin mempengaruhi orang lain. Orang yang tidak peduli yang “menunjukkan dirinya sendiri sebagai contoh negatif dengan tidak menetapkan standar yang tinggi bagi dirinya sendiri menyebabkan kinerja setiap orang menjadi memburuk”


Kinerja pegawai tidak dapat dilepaskan dari peran pemimpinnya. Menurut Bass (1990), peran kepemimpinan atasan dalam memberikan kontribusi pada karyawan untuk pencapaian kinerja yang optimal dilakukan melalui lima cara yaitu: (1) pemimpin mengklarifikasi apa yang diharapkan dari karyawan, secara khusus tujuan dan sasaran dari kinerja mereka, (2) pemimpin menjelaskan bagaimana memenuhi harapan tersebut, (3) pemimpin mengemukakan kriteria dalam melakukan evaluasi dari kinerja secara efektif, (4) pemimpin memberikan umpan balik ketika karyawan telah mencapai sasaran, dan (5) pemimpin mengalokasikan imbalan berdasarkan hasil yang telah mereka capai.

Teori Path Goal (Evans, 1970; House, 1971; House&Mitchell, 1974 dalam Yulk, 1989) mengatakan bahwa pemimpin mendorong kinerja yang lebih tinggi dengan cara memberikan kegiatan -kebiatan yang mempengaruhi bawahannya agar percaya bahwa hasil yang berharga bisa dicapai dengan usaha yang serius.kepemimpinan yang berlaku secara universal menghasilkan tingkat kinerja dan kepuasan bawahan yang tinggi. Teori ini menyatakan bahwa situasi yang berbeda mensyaratkan gaya kepemimpinan yang berbeda. Bawahan dengan locus of control internal kepuasan kerjanya akan lebih tinggi dengan gaya kepemimpinan yang partisipatif sedangkan bawahan dengan locus of control eksternal kepuasan kerjanya akan lebih tinggi dengan gaya direktif.

Teori Path Goal menjelaskan tentang perilaku pemimpin gaya direktif, gaya suportif, gaya partisipatif, gaya pengasuh dan gaya orientasi prestasi mempengaruhi pengharapan ini. Sehingga mempengaruhi prestasi kerja bawahan dan kinerja bawahan. Dengan mempergunakan salah satu dari empat gaya tersebut, seorang pemimpin harus berusaha untuk mempengaruhi persepsi para bawahan dan mampu memberikan motivasi kepada mereka tentang kejelasan-kejelasan tugasnya, pencapaian tujuan, kepuasan kerja dan pelaksanaan efektif (Griffin, 1980).

Seorang pemimpin mempunyai tanggung jawab untuk melaksanakan tugas serta tanggung jawab yang demikian dituntut adanya seorang pemimpin yang mengenal secara keseluruhan anggota organisasi sehingga dapat menumbuhkan kerja sama yang harmonis diantara komponen organisasi, disini peran pemimpin menjadi sangat penting dalam keberhasilan organisasi yang dipimpinnya dalam hal arahan (direktif), supportif, partisipatif dan orientasi prestasi untuk kepuasan kerja, komitmen organisasi dan kinerja bawahannya.

Model dalam penelitian ini dapat disampaiakan dalam bentuk persamaan berikut :


Y1 = β1 X1 + β2 X2 + β3 X3 + β4 X4 + e Y2 = β1 X1 + β2 X2 + β3 X3 + β4 X4 + e Y3 = β1 X1 + β2 X2 + β3 X3 + β4 X4 + e Dimana,

Y1 = Kepuasan kerja


Y2 = Komitmen Organisasi


Y3 = Kinerja karyawan


β1, β2, β3, β4 = Koefisien regresi


X1 = Gaya Partisipatif, orientasi prestasi


X2 = Gaya Direktif


X3 = Gaya Supportif


X4 = Gaya Pengasuh

e = Error

METODOLOGI


Data primer diperoleh dengan menyebarkan kuesioner yang ditujukan dan diisi oleh semua karyawan kantor Departemen Agama. Selain kuesioner data primer juga berupa wawancara dan observasi. Data diperoleh dari instansi Departemen Agama berupa dokumen dan data-data yang menyangkut tentang sejarah berdiri, struktur organisasi, jumlah karyawan. Jumlah pegawai di lingkungan Departemen Agama Kota Semarang adalah 520, sedangkan jumlah sample adalah 112 karyawan kantor. Sedangkan untuk Departemen agama Kendal adalah 343, diambil sample 52 karyawan kantor

Teknik Analisis

Dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi berganda.

Analisis regresi berganda yaitu persamaan regresi yang melibatkan hubungan antara 2 (dua) variabel atau lebih. Regresi berganda digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh perubahan dari suatu variabel independent terhadap variabel dependent. Variable independent : yaitu variable yang nilainya tidak tergantung pada vairabel lain, dan sering disebut variabel prediktor dan dikombinasikan dengan huruf X, kedua variabel dependen : yaitu variabel yang nilainya tergantung pada variabel independent, sering disebut variable respon dan dikombinasikan dengan Y.

KESIMPULAN DAN IMPLIKASI 

Simpulan Uji Beda Penelitian tentang gaya kepemimpinan Depag Kendal dan Semarang dilakukan Uji Beda tentang ada tidaknya interdependensi antara Kendal dengan Semarang terlebih dahulu, sebelum melakukan Pengujian Hipotesis dengan menggunakan Analisis Regresi terhadap variabel-variabel yang mempengaruhi gaya kepemimpinan Depag Kendal dan Semarang. Maka disusun terlebih dahulu Hipotesis Null ( Ho ) tentang ada tidaknya perbedaan antara Kendal dengan Semarang, hipotesis null ( Ho ) tersebut “ variabel-variabel yang mempengaruhi gaya kepemimpinan Depag tidak ada interdependensi antara Kendal dengan Semarang “

Hasil Uji Chi-Square menunjukkan bahwa Ho diterima karena nilai Uji berada didaerah penerimaan Ho, sehingga disimpulkan bahwa variabel-variabel bebas yang mempengaruhi gaya kepemimpinan Depag tidak terdapat interdependensi antara Kendal dengan Semarang, sehingga analisis regresi harus dilakukan secara terpisah.


Simpulan Hipotesis


Hubungan antara Gaya Partisipatif, Orientasi Prestasi dengan Kepuasan Kerja.

Pengujian hipotesis ini terbukti bahwa gaya partisipatif dan orientasi prestasi berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja. Hal ini mengandung pengertian bahwa kepuasan dapat ditingkatkan apabila gaya partisipatif dan orientasi prestasi terus ditingkatkan. Kepuasan seseorang karyawan bisa karena pekerjaan yang menantang, ketertarikan terhadap pekerjaan tersebut, tidak melelahkan fisik, adanya penghargaan, kondisi kerja yang mendukung dan faktor-faktor lain yang menciptakan kepuasan kerja karyawan.

Variabel gaya partisipatif dan orientasi prestasi merupakan variabel yang memiliki pengaruh terbesar dalam hubungannya dengan kinerja karyawan. Hal ini menunjukkan bahwa gaya partisipatif dan orientasi prestasi sangat mempengaruhi kepuasan kerja. Hasil pengujian hipotesis ini memperkuat hasil penelitian empiris dari Griffin (1980), Mc Nesse-Smith (1990) yang menyatakan adanya korelasi positif antara sikap pimpinan dan perilaku kepemimpinan dengan kepuasan kerja.

    Hubungan antara Gaya Direktif dengan Kepuasan Kerja

Pengujian hipotesis ini terbukti bahwa gaya direktif berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja. Hal ini mengandung pengertian bahwa kepuasan dapat ditingkatkan apabila gaya direktif terus dijaga.

Variabel gaya direktif merupakan variabel yang memiliki pengaruh terbesar dalam hubungannya dengan kepuasan kerja Hal ini menunjukkan bahwa gaya direktif sangat mempengaruhi kepuasan kerja. Hasil pengujian hipotesis ini memperkuat hasil penelitian empiris dari Griffin (1980), Mc Nesse-Smith (1996) yang menyatakan sikap pimpinan dan perilaku kepemimpinan mempunyai korelasi positif dengan kepuasan kerja.

Hubungan antara Gaya Supportif dengan Kepuasan Kerja

Pengujian hipotesis ini terbukti bahwa gaya supportif berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja. Hal ini mengandung pengertian bahwa kepuasan dapat ditingkatkan apabila gaya supportif terus ditingkatkan.

Variabel gaya supportif merupakan variabel yang memiliki pengaruh terbesar dalam hubungannya dengan kepuasan kerja. Hal ini menunjukkan bahwa gaya supportif sangat mempengaruhi kepuasan kerja. Hasil pengujian hipotesis ini memperkuat hasil penelitian empiris dari Griffin (1980) dan Mc Nesse-Smith (1996) dan Lok&Crawford (2004) yang menyatakan adanya korelasi positif antara sikap pimpinan gaya supportif dengan kepuasan kerja.

Hubungan antara Gaya Pengasuh dengan Kepuasan Kerja


Pengujian hipotesis ini terbukti bahwa gaya pengasuh berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja. Hal ini mengandung pengertian bahwa kepuasan dapat ditingkatkan apabila gaya pengasuh terus dijaga dan ditingkatkan.

Variabel gaya supportif merupakan variabel yang memiliki pengaruh terbesar dalam hubungannya dengan kepuasan kerja. Hal ini menunjukkan bahwa gaya pengasuh sangat mempengaruhi kepuasan kerja. Hasil pengujian hipotesis ini memperkuat hasil penelitian empiris dari Griffin (1980) dan Mc Nesse-Smith (1996) yang menyatakan adanya korelasi positif antara sikap pimpinan dan perilaku kepemimpinan dengan kepuasan kerja. Hubungan antara Gaya Partisipatif, Orientasi Prestasi dengan Komitmen Organisasi.

Pengujian hipotesis ini terbukti bahwa partisipatif dan orientasi prestasi berpengaruh positif terhadap komitmen organisasi. Hal ini mengandung pengertian bahwa komitmen organisasi dapat ditingkatkan apabila gaya partisipatif dan orientasi prestasi terus ditingkatkan.

Variabel gaya partisipatif dan orientasi prestasi merupakan variabel yang memiliki pengaruh terbesar dalam hubungannya dengan komitmen organisasi. Hal ini menunjukkan bahwa gaya partisipatif dan orientasi prestasi sangat mempengaruhi komitmen organisasi. Hasil pengujian hipotesis ini memperkuat hasil penelitian empiris dari Mc Nesse-Smith (1996) yang menyatakan variabel gaya partisipatif dan orientasi prestasi berpengaruh positif terhadap komitmen organisasi.

    Hubungan antara Gaya Direktif dengan Komitmen Organisasi


Pengujian hipotesis ini terbukti bahwa gaya direktif berpengaruh positif terhadap komitmen organisasi. Hal ini mengandung pengertian bahwa komitmen organisasi dapat ditingkatkan apabila gaya direktif dijaga.


Variabel gaya direktif merupakan variabel yang memiliki pengaruh terbesar dalam hubungannya dengan komitmen organisasi. Hal ini menunjukkan bahwa gaya direktif sangat mempengaruhi komitmen organisasi. Hasil pengujian hipotesis ini memperkuat hasil penelitian empiris dari Mc Nesse-Smith (1996) yang menyatakan adanya korelasi positif antara sikap pimpinan dan perilaku kepemimpinan dengan komitmen organisasi.


Hubungan antara Gaya Supportif dengan Komitmen Organisasi


Pengujian hipotesis ini terbukti bahwa gaya supportif berpengaruh positif terhadap komitmen organisasi. Hal ini mengandung pengertian bahwa komitmen organisasi dapat ditingkatkan apabila gaya supportif terus ditingkatkan.

Variabel gaya supportif merupakan variabel yang memiliki pengaruh terbesar dalam hubungannya dengan komitmen organisasi. Hal ini menunjukkan bahwa gaya supportif sangat mempengaruhi komitmen organisasi. Hasil pengujian hipotesis ini memperkuat hasil penelitian empiris dari Mc Nesse-Smith (1996) dan Lok&Crawford (2004) yang menyatakan adanya korelasi positif antara sikap pimpinan dan perilaku kepemimpinan dengan komitmen organisasi.


Hubungan antara Gaya Pengasuh dengan Komitmen Organisasi


Pengujian hipotesis ini terbukti bahwa gaya pengasuh berpengaruh positif terhadap komitmen organisasi. Hal ini mengandung pengertian bahwa komitmen organisasi dapat ditingkatkan apabila gaya pengasuh terus dijaga dan ditingkatkan.


Variabel gaya pengasuh merupakan variabel yang memiliki pengaruh terbesar dalam hubungannya dengan komitmen organisasi. Hal ini menunjukkan bahwa gaya pengasuh sangat mempengaruhi komitmen organisasi. Hasil pengujian hipotesis ini memperkuat hasil penelitian empiris dari Mc Nesse-Smith (1996) yang menyatakan adanya korelasi positif antara sikap pimpinan dan perilaku kepemimpinan dengan komitmen organisasi.


Hubungan antara Gaya Partisipatif, Orientasi Prestasi dengan Kinerja Karyawan


Pengujian hipotesis ini terbukti bahwa gaya partisipatif dan orientasi prestasi berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Hal ini mengandung pengertian bahwa kinerja karyawan dapat ditingkatkan apabila gaya partisipatif dan orientasi prestasi terus ditingkatkan.


Variabel gaya partisipatif dan orientasi prestasi merupakan variabel yang memiliki pengaruh terbesar dalam hubungannya dengan kinerja karyawan. Hal ini menunjukkan bahwa gaya partisipatif dan orientasi prestasi sangat mempengaruhi kinerja karyawan. Hasil pengujian hipotesis  ini memperkuat  hasil penelitian empiris dari Griffin (1980), Mc Nesse-Smith (1996) dan Alimuddin (2001) yang menyatakan adanya korelasi positif antara sikap pimpinan gaya partisipatif dan orientasi prestasi dengan kinerja karyawan.


Hubungan antara Gaya Direktif dengan Kinerja Karyawan


Pengujian hipotesis ini terbukti bahwa gaya direktif berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Hal ini mengandung pengertian bahwa kinerja karyawan dapat ditingkatkan apabila gaya direktif dijaga.


Variabel gaya direktif merupakan variabel yang memiliki pengaruh terbesar dalam hubungannya dengan kinerja karyawan. Hal ini menunjukkan bahwa gaya direktif sangat mempengaruhi kinerja karyawan. Hasil pengujian hipotesis ini memperkuat hasil penelitian empiris dari Griffin (1980), Mc Nesse-Smith (1996) dan Alimuddin (2002) yang menyatakan adanya korelasi positif antara sikap pimpinan gaya direktif dengan kinerja karyawan.


Hubungan antara Gaya Supportif dengan Kinerja Karyawan


Pengujian hipotesis ini terbukti bahwa gaya supportif berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Hal ini mengandung pengertian bahwa kinerja karyawan dapat ditingkatkan apabila gaya supportif terus dijaga dan ditingkatkan.


Variabel gaya supportif merupakan variabel yang memiliki pengaruh terbesar dalam hubungannya dengan kinerja karyawan. Hal ini menunjukkan bahwa gaya supportif sangat mempengaruhi kinerja karyawan. Hasil pengujian hipotesis ini memperkuat hasil penelitian empiris Griffin (1980) dan Mc Nesse-Smith (1996) yang menyatakan adanya korelasi positif antara sikap pimpinan dan perilaku kepemimpinan dengan kinerja karyawan.

Hubungan antara Gaya Pengasuh dengan Kinerja Karyawan

Pengujian hipotesis ini terbukti bahwa gaya pengasuh berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Hal ini mengandung pengertian bahwa kinerja karyawan dapat ditingkatkan apabila gaya pengasuh terus dijaga dan ditingkatkan.


Variabel gaya pengasuh merupakan variabel yang memiliki pengaruh terbesar dalam hubungannya dengan kinerja karyawan. Hal ini menunjukkan bahwa gaya pengasuh sangat mempengaruhi kinerja karyawan. Hasil pengujian hipotesis ini memperkuat hasil penelitian empiris dari Griffin (1980) dan Mc Nesse-Smith (1996) yang menyatakan adanya korelasi positif antara sikap pimpinan gaya pengasuh dengan kinerja karyawan.


Implikasi Manajerial


Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelima faktor gaya kepemimpinan : gaya partisipatif, gaya orientasi prestasi, gaya direktif, gaya supportif, dan gaya pengasuh berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, komitmen organisasi, dan kinerja karyawan. Implikasi dari hasil-hasil penelitian menganjurkan agar manajemen mempertimbangkan kelima variabel tersebut sebagai tolak ukur dalam mengembangkan kebijakan yang tepat demi meningkatnya kepuasan kerja, komitmen organisasi dan kinerja karyawan, yang secara terperinci dijabarkan sebagai berikut :


Perilaku pemimpin gaya direktif, gaya suportif, gaya partisipatif, gaya pengasuh dan gaya orientasi prestasi mempengaruhi prestasi kerja bawahan dan kinerja bawahan. Dengan mempergunakan salah satu dari lima gaya tersebut, seorang pemimpin harus berusaha untuk mempengaruhi persepsi para bawahan dan mampu memberikan motivasi kepada mereka tentang kejelasan-kejelasan tugasnya, pencapaian tujuan, kepuasan kerja dan pelaksanaan yang efektif. Selain itu pemimpin perlu berkonsultasi, bergaul secara informal, sebagai simbol keberhasilan, menghargai,membimbing, dan memprioritaskan pelaksanaan tugas. Seorang pemimpin mempunyai tanggung jawab untuk melaksanakan tugas serta tanggung jawab yang demikian, dituntut adanya seorang pemimpin yang mengenal secara keseluruhan anggota organisasi sehingga dapat menumbuhkan kerja sama yang harmonis diantara komponen organisasi. Peran pemimpin menjadi sangat penting dalam keberhasilan organisasi yang dipimpinnya dalam hal arahan (direktif), gaya supportif, gaya partisipatif dan gaya orientasi prestasi untuk kepuasan kerja, komitmen organisasi dan kinerja bawahannya.

Gaya kepemimpinan pada depag Kendal dan Semarang adalah gaya pengasuh. Hal ini dikarenakan pada instansi departemen agama masih bersifat plural, masih menonjolkan satu golongan yang mana ajaran keagamaannya masih sangat kental. Pemimpin dianggap sebagai guru, pembimbing, yang akan selalu membimbing dan mengarahkan bawahan, dan memberikan bantuan sekalipun bukan masalah pekerjaan.

Kepuasan kerja adalah suatu teori atau konsep praktis yang sangat penting, karena merupakan dampak atau hasil dari keefektifan performance dari kesuksesan dalam bekerja. Kepuasan yang perlu diperhatikan dalam suatu organisasi adalah kepuasan sosial, bagaimana karyawan puas dengan lingkungan sosial dalam organisasi dan juga status sosialnya. Kepuasan yang kedua adalah kepuasan ekstrinsik, seperti gaji, bonus, promosi, dan kondisi kerja. Sedangkan kepuasan ketiga adalah kepuasan intrinsik yang berhubungan dengan kemampuan, keberhasilan, tanggung jawab serta rasa aman dalam bekerja.


Jika karyawan merasa puas dengan gaji, promosi, keberhasilan, kemajuan, menikmati kerjasama dengan karyawan lain, bekerja dengan karyawan yang bertanggung jawab, maka organisasi akan menilai kepuasan kerja karyawan baik.


Komitmen organisasi yang tinggi akan cenderung lebih sesuai dengan tujuan dan nilai-nilai organisasi. Mau memberikan usaha lebih kepada organisasi dan berupaya memberikan manfaat kepada organisasi. Hal ini menunjukkan bahwa karyawan dengan komitmen tinggi akan bertanggung jawab dalam pekerjaannya. Karena komitmen dalam organisasi akan membuat pekerja memberikan yang terbaik kepada organisasi dimana ia bekerja. Aspek yang dinilai dalam komitmen organisasi seperti : membanggakan organisasi tempat kerja, menerima semua tugas, peduli dengan nasib organisasi, nilai dan tujuan sama dengan organisasi, serta tidak ingin keluar dari organisasi. Komitmen organisasi akan dinilai baik, jika aspek-aspek ini ada pada setiap karyawan.


Suatu organisasi perlu mengadakan pengukuran kinerja, agar dapat mengetahui kinerja seseorang. Melalui pengukuran kinerja diharapkan pola kerja dan pelaksanaan tugas akan terlaksana secara efisien dan efektif dalam mewujudkan tujuan. Dalam pengukuran kinerja, organisasi menentukan aspek yang menjadi topik dalam pengukuran, seperti aspek kualitas, kuantitas, dan kemampuan kerja sama seseorang.


Kemampuan dalam pelaksanaan tugas, kreativitas, tugas sesuai prosedur dan kebijakan, penyelesaian tugas tepat waktu, membantu beban kerja karyawan lain, dan kerja sama dengan karyawan lain adalah sebagian dari aspek yang dinilai dalam kinerja karyawan. Jika karyawan menyetujui aspek tersebut, maka kinerja karyawan dinilai baik oleh organisasinya,


Tinggi rendahnya kepuasan kerja, komitmen organisasi dan kinerja karyawan yang telah diungkap dalam penelitian ini tidak dapat dipisahkan dari peran yang dimainkan oleh atasannya, atau perilaku kepemimpinan atasan. Meskipun diyakini bahwa masalah pembentukan kepuasan, komitmen, dan kinerja bukanlah sesuatu yang mudah dan berdiri sendiri, tetapi telaah-telaah ilmiah berkaitan


masalah kepemimpinan umumnya menyebutkan bahwa kepuasan, komitmen dan kinerja pegawai salah satunya dapat distimulasi dari gaya kepemimpinan atasannya. Adanya berbagai variasi gaya kepemimpinan dari tipe-tipe pemimpin yang juga berbeda satu sama lain, maka salah satu gaya kepemimpinan dianggap paling sesuai dan sangat menentukan kepuasan kerja, komitmen organisasi dan kinerja karyawan di masing-masing organisasi.




REFERENSI


Ahmad Gozali&M. Slamat, 2003, Kepemimpinan Kepala Kandepag Kabupaten-Kota yang Efektif, : Badan Litbang Agama dan Diklat Keagamaan Departemen Agama RI, Jakarta.

Alimuddin, 2002, Pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Pegawai Badan Pengawasan Daerah Kota Makassar, Tesis Program Pasca Sarjana Magister Manajemen Universitas Gajah Mada (tidak dipublikasikan)

Ardichvili, Alexander, 2001, “Leadership Styles and Work-Related Values of Managers and Employees of Manufacturing Enterprises in Post-Communist Countries”, Human Resource Development Quarterly; Winter; Vol.12, No. 4. p:363-383

Bass, B.M&Avolio, 1990, “The Implications of Transaksional and Transformational”,Team and


                 Organization Development, 4, p.231-273


Bass, B.M., 1997, “Does The Transactional - Transformational Leadership Paradigm Transcend Organizational and National Boundaries?”, Journal American Psychologist, 52: 130-139


Buchyar&Slamet Riyadi, 2003, Manajemen Operasional Kandepag Kabupaten-Kota. Jakarta: Badan Litbang Agama dan Diklat Keagamaan Departemen Agama RI.


BPKP, 2000, Pengukuran Kinerja, Suatu Tinjauan Pada Instansi Pemerintah, Tim Study Pengembangan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Jakarta.

Deluga, R.J, 1988, “Relationship of Transformational and Transactional Leadership With Employee Influencing Strategies”, Group and Organization Studies, 13, (4): 456-467


Den Hartog et al, 1997, “Transactional versus Transformational Leadership: An Analysis of the MLQ (Multifactor Leadership Questionnaire)”, Journal of Occupational and Organizatonal Psychology, 70 , 1, 19-24.

Fuad Mas’ud, 2004, Survai Diagnosis Organisasional Konsep dan Aplikasi, Badan Penerbit – UNDIP , Semarang.


-----------------, 1998, “Survey Sikap Karyawan dan Diagnosis Pengembangan Organisasi”, Jurnal Bisnis Strategi, Vol.2.


Ghozali, 2005, Aplikasi analisis Multivariate dengan Program SPSS, Badan Penerbit UNDIP , Semarang.


Griffin, Ricky W, 1980, “Relationships Among Individual, Task Design, and Leader Behavior Variables”, Academy of Management Journal, Vol. 23, No. 4, 665-683.


Gujarati (Sumarno Zain ), 1997, Ekonometrika Dasar. Erlangga. Jakarta.


Holdnack. et al, 1993, “An Examination of Leadership Stylle and its Relevance to Shift Work in an Organizational Setting”, Health Care Mnagement Review, 18(3) : 21-30

Iqbal Hasan, 2004, Analisis Data Penelitian dengan Statistik, Bumi Aksara , Jakarta.


Judge&Bono, 2000, “Five-Factor Model of Personality and Transformational Leadership”, Journal of Applied Psychology, 85 (5): 751- 765

Jung&Avolio, 2000, “Opening the Black Box: an Experimental Investigation of the Mediating Effects of Trust and value Congruence on Transformational and Transactional Leadership”, Journal of Organizational Behaviour, 21: 949-964

Koh et al, 1995, “The Effect of Transformational Leadership on Teacher Attitudes and Student Performance in Singapore”, Journal of Organizational Behavior, 16: 319-333.

Laila Rahayu, 2001, “Persepsi Karyawan Tentang Peluang Pengembangan Karir Dan Pengaruhnya terhadap Kinerja Karyawan Di PT. Sari Husada”, Sinergi Kajian Bisnis dan Manajemen, vol.4, No.1, hal. 13-22


Lapin, Laurence, 1990, Statistics for Modern Business Decisions 5th Edition, Harcourt Brace Jovanovich, Publishers.

Locke, E. A., 1997, Esensi Kepemimpinan (terjemahan), Mitra Utama , Jakarta.


Lok&Crawford, 2004, “The Effect of organizational culture and leadership style on job satisfaction and organizational commitment across-National Comparison”, The Journal of Management Development, Vol. 23, No. 4, 321-337.

Mamduh, H., 1997, Manajemen, UPP AMP YKPN, Yogyakarta


Mc Cue, Clifford. et al, 1997, “The Relationship Between Job Satisfaction and Performance”, Public Productivity and Management Review, Vol 41, No.2, pp 160-191

Mc Nees-Smith, Dona, 1996, “Increasing Employee Productivity, Job Satisfaction, and Organizational Commitment”, Hospital and Health Services Administration, Vol.41, No.2, pp.160-175

Menon, Maria E, 2002, “Perceptions of Pre-Service and In-Service Teachers Regarding the Effectiveness of Elementary School Leadership in Cyprus”, The International Journal of Educational Management, 16 February, p.91-97.

Moh. As’ad, 1995, Psikologi Industri, Liberty, Yogyakarta.


Morrow, et al, 1988, “Work Commitment Among Departement of Transportation Employees, Profesional Notes”, Review of Public Personnel Azdministration, 8, No.3, pp.96-104


Muh Su’ud, 2000, “Persepsi Sosial Tentang Kredibilitas Pemimpin”, Sinergi Kajian Bisnis dan Manajemen, vol.3, No.1. Hal 51-65


M. Thoha, 2001, Kepemimpinan Dalam Manajemen, Suatu Pendekatan Perilaku, Rajawali Press , Jakarta.


Nur Indriantoro&Bambang, 1999, Metodologi Penelitiaan Bisnis untuk Akuntan dan Manajemen. Edisi 1, BPFE, Yogyakarta.


Ostroff, C., 1992, “The Relationship Between Satisfaction Attitudes and Performance an Organization Level Analysis”, Journal of Applied Psychology. Vol.77. No. 68. p. 933-974


Purwanto,  B,  2000,  Hubungan  Gaya Kepemimpinan   Transformasional dan Transaksional dengan Komitmen Terhadap Organisasi, Tesis Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (tidak dipublikasikan)


Quey&Yeh, 1996, “The Link Between Managerial Style and the Job Characteristics of R&D Professional”, R&D Management, 26(1) : 127-140.


Robbins. S, 1996, Perilaku Organisasi,Konsep Kontroversi dan Aplikasi, Jilid1, edisi bahasa Indonesia. PT Prenhallindo, Jakarta.


Robert&Mitchell, 1974, “Path-Goal Theory of  Leadership”,Journal of Contemporary Business, Seattle; AUTUMN, Vol. 3, Iss. 4.


Sainul, 2002, Komitmen dan Pengaruhnya terhadap Kinerja Aparatur pada Sekretariat Daerah Kabupaten Kendari. Tesis Program Pasca Sarjana Magister Manajemen Universitas Gajah Mada (tidak dipublikasikan)


Scarnati, James T, 2002, “Leader as Role Models: 12 Rules”, Career Development International, 7 Maret, p.181-189


She. M, 1999, “The Effect of Leadership Style on Performance Improvement on Manufacturing Task”, Journal of Business, Vol. 72, No.3 . 407-422


Siagian, S.P., 1999, Tehnik Menumbuhkan dan Memelihara Perilaku Organisasional. Haji Mas Agung , Jakarta.


Sukarno Marzuki, 2002, Analisis Pengaruh Perilaku Kepemimpinan terhadap Kepuasan Kerja dan Kinerja Account Officer : Studi Empirik pada Kantor Cab BRI di Wilayah Jawa Timur, Tesis Program Pasca Sarjana Magister Manajemen Universitas Diponegoro (tidak dipublikasikan)


Sutrisno Hadi, 1993, Metodologi Research, Jilid I, Andi Offset, Yogyakarta.


Tadjudin, 1997, “Menciptakan SDM Bermutu”, Usahawan, No.1, tahun XXVI, Januari


Thoha, M., 1994, Perilaku Organisasi, Konsep Dasar dan Aplikasinya, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.


Tierney, Pamela, et al, 1999, “An Examination of Leadership and Employee Creativity: The Relevance of Traits and Relationships”, Personel Psychology, 52, 591-620.


Tulus H, 2002, “Kepemimpinan Transformasional Relevan untuk Mengatasi Krisis Multi Dimensi”, Usahawan, No.11, Th XXXIb


Uchjana Effendy, 1981, Kepemimpinan dan Komunikasi, Penerbit Alumni, Bandung.


Waldman, Bass&Einstein , 1987, “Leadership and Outcomes of Performance Appraisal Processes”, Journal of Occupational Psychology, 60: 177-186.


Yulk, Gary A, 1989, “Managerial Leadership: A Review of Theory and Research”,Journal of Management, Vol 15, No.2, 251-289.


Conger&Jay A, Kanungo, 1987, “Toward a Behavioral Theory of Charismatic Leadership in Organizational Settings”, Academy of Management Review, Vol. 12, No. 4, p.637-647


----------et al, 2000, “Charismatic Leadership and Follower Effect”, Journal of Organizational Behavior, 21: 747-767







DEA MASUK BERITA, INSPIRATIF KATANYA

Ini ceritaku. awalnya aku memiliki teman baru bernama fani dari komunitas baru kendal book circle. dari situ, kita saling berkirip pesan via...