Rabu, 21 Mei 2025

traditional food in the eyes of gen z

 

 TRADITIONAL FOOD IN THE EYES OF GEN Z

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki budaya yang tinggi di dunia, salah satunya adalah kuliner tradisional. Di sisi lain, kuliner tradisional Indonesia kini mulai tergeser dan tergantikan oleh makanan cepat saji atau kuliner dari negara lain. Dan akhir-akhir ini, kuliner tradisional sudah mulai sulit ditemukan terutama di kota-kota besar, hal ini menunjukkan bahwa minat terhadap kuliner tradisional semakin menurun dan hanya sedikit yang bisa memasak kuliner tradisional, tak terkecuali kabupaten Kendal. Hal ini merupakan dampak dari generasi itu sendiri karena setiap generasi memberikan pengaruh terhadap masyarakat. Saat ini, generasi Zoomers (Gen Z) merupakan generasi yang paling berpengaruh, karena sebagian besar dari mereka berada pada usia produktif .Gen Z merupakan istilah untuk mereka yang lahir di tahun 1997-2012. Selain sebagai generasi penerus bangsa, generasi Zoomers juga dianggap sebagai generasi yang paling banyak memberikan pengaruh terhadap tren yang sedang berkembang di masyarakat. Terutama penggunaan gadget dan teknologi saat ini, menyebabkan mereka disebut sebagai generasi instan, yang mana hal ini bertolak belakang dengan persepsi masyarakat terhadap kuliner tradisional yang rumit dalam pembuatannya dan membutuhkan waktu memasak yang lama. 

Seiring dengan perkembangan zaman, semakin sedikit generasi muda yang mengenal dan mau mengkonsumsi makanan tradisional (Erdiana, 2019). Mereka cenderung menganggap makanan tradisional kurang berkelas dan kurang gengsi untuk disantap karena mereka menganggap bahwa makanan tradisional kurang berkelas dan gengsi untuk menyantapnya (Andriyanty & Yunaz, 2020).

Suatu ketika, saya bertanya kepada beberapa anak didik. Saya tanyakan apakah mereka tahu apa itu jongkong,kemplang,moto kebo, Gethuk, pistuban, gandos, lupis, intil,kue cucur,nagasari, dan lain sebagainya mereka malah balik bertanya apa itu? miris sekali. Begitu pula saat saya menyebutkan berbagai macam bubur seperti bubur biji kolak. Lalu saya bertanya jika disuruh memilih antara kerupuk rambak khas Kendal dan seblak, kalian pilih mana? Satu kelas pun kompak menjawab seblak. Yah begitulah ciri-ciri generasi mereka. Ingin yang serba instan. Tidak menyita banyak waktu, Maunya tinggal makan.

Kabupaten Kendal memiliki banyak makanan tradisional. Ada pula beberapa makanan yang khusus pada momentum tertentu. Maksudnya adalah pada suatu tradisi tertentu makanan khusus itu harus ada. Misalnya:bubur candil pada acara tedak siten, intil pada tasyakuran anak bayi yang sudah mulai bisa berjalan, dan aneka ragam kolo di saat acara mitoni (7 bulan kehamilan):Kolo kependem(kacang tanah, singkong, talas), kolo gumantung (pepaya), kolo merambat (ubi/ketela rambat). total makanannya ada 7 jenis dipotong kecil-kecil bersama tebu.Jika kesulitan mencari kolo yang lain, yang penting ada dua macam kollo yaitu cangelo (kacang tanah dan ketela/ubi jalar.

Berbicara mengenai makanan tradisional yang ada di kabupaten Kendal, mungkin tidak akan cukup kita membahasnya dalam waktu sehari dua hari. Karena tiap desa saja memiliki tradisi yang berbeda dengan yang lainnya. Contoh dalam acara hajatan, di desa A masak oblok-oblok itu menggunakan kacang merah. Sedangkan di desa B oblok-oblok memanfaatkan kacang hijau. Untuk wungkusan (makanan yang dibungkus daun pisang) sebagai jajan dan biasanya ditaruh paling atas dalam berkat (bingkisan makanan) pada setiap desa pun berbeda. Ada yang berupa awug-awug, bengkulet, monte (sagu mutiara kukus), dan lain sebagainya. Beda daerah beda kebiasaan. Begitulah keberagaman kuliner di kabupaten Kendal.

Makanan tradisional Kendal di daerah pegunungan tidaklah sama dengan makanan tradisional di daerah pesisir. Makanan tradisional Kendal yang terkenal diantaranya:

1.     Sate Bumbon. Sate khas Kendal yang terkenal dengan rasa manis dan gurih, menggunakan bumbu bumbon (bumbu yang khas).

2.     Momoh. Momoh adalah sajian jeroan sapi atau kerbau yang dimasak dengan bumbu khusus dikenal sebagai makanan penambah stamina.

3.     Brongkos. Brongkos adalah sajian daging yang dimasak dengan kuah santan, mirip dengan rawon, tetapi dengan rasa yang lebih gurih dan sedikit manis.

4.     Telur mimi. Telur ikan mimi yang dicampur dengan bumbu dan parutan kelapa telah menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Kabupaten Kendal.

5.     Kupat Sumpil. Makanan Khas Kaliwungu ini terbuat dari ketupat dan sayuran . Biasanya banyak muncul saat peringatan bulan Maulid.

6.     Kerupuk Usek. Kerupuk ini juga disebut dengan kerupuk goreng wedi. Ada juga yang menyebutnya sebagai kerupuk tayamum. Camilan khas Kendal ini terbuat dari adonan tepung tapioka dan ikan, memiliki rasa gurih yang khas.

7.     Kerupuk Rambak.

kerupuk rambak menjadi primadona bagi mereka yang ingin membawakan buah tangan kepada keluarga tercinta apabila berkunjung ke kabupaten kendal. Pusat produksi rambak ada di kecamatan Pegandon.

             Mempertimbangkan cara agar kuliner khas kabupaten kendal dan jajanan tradisional tetap lestari, maka seyogyanya para orangtua mewariskan resep kepada anak cucunya. Orangtua juga hendaknya mengajari langsung kepada keturunannya proses pembuatan dan sejarah serta filosofi makanan tersebut sehingga segala kuliner dan jajanan tradisional Kendal tidak akan punah.

     Adapun peran Gen Z sangatlah penting dalam menjaga kelestarian warisan kuliner kabupaten Kendal. tidak hanya jajanan tradisional,oleh-oleh khas, tetapi juga makanan yang biasa dijadikan lauk. Contohnya trancam, lotrok, oseng-oseng kulit melinjo, sayur jantung pisang, rebung, kerupuk usek, dan botok'an serta pepes.

        Agar kuliner makanan serta minuman di Kabupaten Kendal tidak punah atau hilang digerus zaman, perlu adanya kolaborasi yang baik antar generasi.Perlu adanya kerjasama yang baik pula antar instansi.

 

Ditulis oleh: Dewi Azzahroh, S.Pd.I






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DEA MASUK BERITA, INSPIRATIF KATANYA

Ini ceritaku. awalnya aku memiliki teman baru bernama fani dari komunitas baru kendal book circle. dari situ, kita saling berkirip pesan via...