Dalam ilmu pendidikan islam, guru juga disebut sebagai muaddib yang artinya mendidik pelajar ke arah akhlak yang lebih baik. Pendidik atau muaddib merupakan individu yang bertanggungjawab dan melaksanakan pendidikan peradaban dalam pengertian yang luas dan mendalam terhadap peribadi dan kehidupan pelajar. Muaddib seorang yang memberi ilmu dan mendidik mereka dalam akhlak dan adab yang baik. Pendidik juga mendidik pelajar agar tidak merendahkan ilmu pelajaran. Pendidik mendidik pelajar melalui akhlak yang baik daripada hanya penyampaian secara teori
Kemajuan teknologi sangat mempengaruhi dunia pendidikan di Indonesia. Jika kita memanfaatkan kecanggihan untuk hal-hal yang bermanfaat, maka kita akan merasakan manfaatnya. Contoh, mencari video untuk materi pembelajaran demi kelancaran PBM di sekolah. Namun sayangnya, beberapa pelajar salah dalam memanfaatkannya sehingga terjadi degradasi moral. Penurunan rasa sopan pelajar terhadap para pejuang bangsa. Sebagai contoh, seorang pelajar hendak menanyakan tugas. Ia menghubungi gurunya hanya melalui via pesan singkat dengan bahasa yang singkat pula. Baik via sms, inbox facebook, whatsapp, ataupun melalui aplikasi lainnya. Menurut saya, menanyakan tugas sebaiknya ditanyakan langsung. Jika terpaksa harus memanfaatkan teknologi, pelajar harus menelpon gurunya dan mengutarakan maksudnya dalam bahasa yang sopan dan baik.
Dampak negatif yang parah dari kemajuan ilmu teknologi dan pengetahuan yang dialami oleh anak jaman now adalah kekerasan. Mungkin ini bukan hanya karena kemajuan IPTEK saja namun karena kurangnya pendidikan akhlak dari keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar.
Semua pasti mendengar berita duka dunia pendidikan. Di Madura, siswa berani kepada gurunya hingga sang guru Ahmad Budi Cahyono meninggal dunia. Di MTs Maarif NU Krenceng, seorang siswa dengan beraninya menantang guru BK yang berniat membimbingnya. Lalu seorang kepala Sekolah SMP 4 Lolak, Sulawesi Utara menderita sakit karena dianiaya oleh orang tua murid yang tidak terima Karena anaknya ditegur dan diminta membuat surat pernyataan. Belum hilang bekas cerita itu semua, muncul berita baru bahwa seorang guru dipolisikan hanya karena anaknya dipukul mistar pada bagian paha oleh guru tersebut.
Miris sungguh miris. Hati ini seakan teriris. Walau tidak mengenal dan juga tidak memiliki hubungan apapun dengan para pahlawan tanpa tanda jasa tersebut, namun hatiku merasa sedih sangat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar