Selasa, 06 Mei 2025

Tulisan ke'90

 Aku tidak menyangka 10 tulisan lagi, aku akan menulis tulisan yang ke-100. aku yang miskin sarat kata-kata indah mencoba mencari suasana baru dan ide gila untuk menulis. kali ini aku ingin bercerita tentang kisah nyata. 

"kau terlihat sangat tenang? mengapa tidak ada rasa deg-degan sama sekali?". tanya Lida pada Xiiena.

"Ah mboh"(tidak tahu). jawab Xiiena singkat.

Besok adalah hari akad ina beserta calon suaminya di KUA. Namun ia tak merasa gugup sama sekali.

02022022 tanggal cantik yang sudah disepakati menjadi tanggal akad itu tiba. sebelum subuh, MUA sudah datang ke rumah Rina. Vina pun mandi sebentar. tidak biasanya Xiiena mandi sebelum subuh. Karena ini hari spesial sepanjang hidupnya.

Mobil pengantin sudah dipanaskan oleh sang supir. pengantin pria berangkat dari rumahnya menuju KUA. Rombongan pengantin wanita tiba sepuluh menit setelahnya. Calon mempelai wanita dan calon mempelai pria sudah duduk bersanding di depan penghulu. Akad pun dimulai.

Singkat cerita Xiiena dan Boni memulai kehidupan rumah tangganya dengan penuh cinta. Maklumlah pengantin baru. 

Tiga bulan berlalu,

Mereka mengadakan syukuran di rumahnya. Para tetangga diundang untuk berdoa bersama dan membawa berkat saat pulang. 

"Itu bu di meja ada makanan. dimakan ya!" kata bapak kepada Istrinya.

"Darimana pak?" Dari Xieena

"Ok. dalam rangka apa?" bu Sri bertanya kepo
"Mitoni."Jawab bapak singkat.

"Apa?"bu Sri kaget. hampir saja makanan di mulutnya keluar.
dia sendiri heran. Bapak hanya diam. Begitulah karakter Pak Dino. stecu stecu kalau istilah sekarang. kalau istilah jaman dulunya jaim.

"Mpun Bu, Dimaem mawon". Bapak berkata lembut.
"Njih pak."Bu Sri pun menjawab dengan lembut pula.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DEA MASUK BERITA, INSPIRATIF KATANYA

Ini ceritaku. awalnya aku memiliki teman baru bernama fani dari komunitas baru kendal book circle. dari situ, kita saling berkirip pesan via...