Jumat, 09 Mei 2025

Segabut apa dirimu?

 


SEGABUT APA DIRIMU?
Jum'at, 09 Mei 2025
Sijeruk-Kendal
Sudah dua hari aku tak pulang ke rumah. Teman-temanku memanggilku mbak Thoyyib. Aku tak menginginkan hal ini sebenarnya. Tapi ini semua demi sebuah cita-cita. ini semua salah satu uapaya meraih asa. Asa bersama yang disimpan oleh ribuan guru se Indonesia, Gelar Gr. dibelakang gelar yang kini sudah mereka miliki. 
Pagi, kegiatan di sekolah adalah remidi-pengayaan. Aku berjalan sedikit lemas karena semalam aku tak bisa tidur sebab putriku tercinta rewel dalam sepanjang tidurnya. Sebelum ia tidur dia merengek lapar. Akhirnya aku masakkan sebungkus mi instan. Setelah semangkok mie tatas, dia pun tertidur lepas. Jam 07.00-08.15 Aku tidak masuk kelas manapun. Kepala sekolahku meminta untuk mempersiapkan ASAT (Asesmen Sumatif Akhir Tahun) praktik yang mana aku memiliki tanggung jawab menguji mata pelajaran PJOK. Ya Allah rasanya nano-nano. awalnya aku sabr, tapi ternyata sabarku setipis tisu. kala beberapa bocah lelaki membuat ulah dan memperlambat waktu ujian dengan bermain bola volli. Padahal yang mendapatkan giliran praktik sudah siap dan berdiri untuk beraksi dan diuji. Ya sudahlah, skip saja ya cerita menyebalkannya. 
Pada pukul 10.10 WIB rapat rutin guru dimulai di ruang guru. Banyak hal yang dibahas hari ini. Mulai dari evaluasi ASTS& ASAT, persiapan ASAJ SMP, pembahasan ASAT praktik SMP, perkembangan siswa-siswi di sekolah, dan lain-lain. 
Adzan Sholat jum'at berkumandang. Aku pusing. Lalu aku teringat bahwa aku harus ke POLRES untuk mengambil BPKB. aku memutuskan untuk naik motor sebentar, lalu menitipkan motor pemberian mertuaku itu di angkringan pojok BKR belakang GOR Bahurekso. Mengapa? jujur saja alasannya karena aku tak membawa uang sepersenpun untuk membayar parkir di depan POLRES nanti. 
"Duluan ya mbak Ema. Nitip dulu, makasih". aku berpamitan pada penjaga angkringan tersebut. Sesampainya disana ternyata loket belum buka. Aku melirik pada jam yang terpajang di dinding ruang bercatkan krem itu menunjukkan pukul 13.00 WIB. Aku  memutuskan untuk keluar ruangan dan bertanya kepada pak polisi, jam berapa kira-kira loket pengambilan BPKB dibuka. beliau pun menjawab antar jam 13.00-13.30 WIB. Aku pun kembali ke dalam. melihat sekeliling, kemudian mataku tertahan pada sebuah rak buku yang berdiri di samping sofa empuk. aku mengambil sebuah buku berjudulkan nahwu wadhih 1. masya Allah, aku pun teringat pada tugas kuliah PPG ku. Tak lama setelah aku membuka-buka buku itu, loket pun dibuka, tak memakan waktu yang lama namaku dipanggil. Alhamdulillah BPKB atas namaku sudah jadi. 
Aku melangkahkan kaki dengan ceria untuk kembali ke angkringan dilanjutkan kembali ke tempatku mengajar. di perjalanan aku mendapatkan ide menulis ini. segabut apa dirimu?
Me: membuat figura dengan foto gambar-gambar orang di kalender yang sudah aku potong-potong, Mengecat dingklik yang biasa dipakai ibu mertua duduk saat memasak di keren (kompor yang terbuat dari tumpukan bata yang ditata, lalu memasaknya dengan kayu bakar), saat aku kuliah aku pernah naik BRT dari terminal awal satu ke terminal akhir lalu ke tolet sebentar dan kembali naik BRT untuk pulang ke terminal awal lagi. Terkadang aku juga berjalan kaki tanpa arah tujuan. Yah gimana ya? Pengacara sih, pengangguran banyak acara. 
 Apa aktifitas wujud kegabutanmu? berikan komentarmu ya. terima kasih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DEA MASUK BERITA, INSPIRATIF KATANYA

Ini ceritaku. awalnya aku memiliki teman baru bernama fani dari komunitas baru kendal book circle. dari situ, kita saling berkirip pesan via...